Breaking News:

Dosen FPIK UMI Gelar Pelatihan Penerapan Teknologi Pakan Organik Udang Windu di Tamangapa Pangkep

Kegiatan ini dilakukan dua Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) untuk pencegahan penyakit pada udang windu

Editor: Alfian
Humas UMI
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UMI menyerahkan 1 unit mesin pembuat pakan pellet kepada kepala desa sekaligus sebagai ketua kelompok tani samaturu 1 di Desa Tamangapa, Kecamatan Marang, Pangkep, Sabtu (18/12/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar pelatihan penerapan teknologi pembuatan pakan organik untuk pencegahan penyakit pada udang windu di Desa Tamangapa, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten pangkep.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Lembaga pengabdian kepada masyarakat (LpkM) UMI yang berlangsung, Sabtu (18/12/2021) lalu.

Pwlatihan ini melibatkan tim Dosen FPIK UMI yang diketuai Dr Syahrul Djafar dan anggota Dr Harlina Usman.

Dengan melibatkan 4 mahasiswa diantaranya 2 mahasiswa S1 program studi budidaya perairan dan 2 mahasiswa program magister prodi manajemen pesisir dan teknik kelautan.

Serta diikuti 20 orang anggota kelompok tani Samaturu 1.

Dr Harlina Usman mengatakan Desa Tamangapa merupakan wilayah pesisir yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya sebagai petani tambak.

“Masalah utama yang dihadapi petani tambak adalah tingginya angka kematian udang yang disebabkan oleh serangan vibriosis. salah satu jenis penyakit yang merupakan masalah serius adalah penyakit yang disebabkan oleh vibrio harveyi,” ucap Dr Harlina Usman.

Hingga saat ini cara yang umum dilakukan petani untuk pencegahan maupun pengendalian penyakit vibriosis ini masih mengandalkan bahan-bahan kimia dan antibiotik.

Penggunaan bahan kimia dan antibiotik yang terus menerus dan tidak terkontrol berdampak resistensi pada bakteri, adanya residu di tubuh udang dan mencemari lingkungan.

“Oleh karena itu salah satu alternatif pencegahan penyakit vibriosis yang aman terhadap organisme sasaran, lingkungan maupun terhadap konsumen adalah dengan menggunakan produk antibakteri alami seperti bahan alami daun kopasanda (chromolaena odorata l.),” sambungnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved