Tribun Selayar

6.400 Warga Pasilambena Selayar Masih Mengungsi Akibat Gempa 7,4 Magnitudo

Sejumlah warga Kabupaten Kepulauan Selayar, masih bertahan di tenda pengungsian akibat gempa 7,4 Magnitudo di Laut Flores, Selasa pekan lalu.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Sudirman
Kasat Samapta Polres Pelabuhan Makassar, Iptu Asfada
Kasat Samapta Polres Pelabuhan Makassar Iptu Asfada, saat menyalurkan bantuan di Kecamatan Pasilambena, Selayar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejumlah warga Kabupaten Kepulauan Selayar, masih bertahan di tenda pengungsian akibat gempa 7,4 Magnitudo di Laut Flores, Selasa pekan lalu.

Kasat Samapta Polres Pelabuhan Makassar, Iptu Asfada yang menyalurkan bantuan langsung ke Selayar.

Tepatnya di Kecamatan Pasilambena, yang merupakan salah satu pulau terluar Kepulauan Selayar.

Andi Sudirman Sulaiman Pakai Helikopter Kunjungi Wilayah Terdampak Gempa di Selayar

Di sana kata dia, warga yang rumahnya rusak akibat gempa masih menempati tenda-tenda pengungsian yang ada di kawasa perbukitan.

Lokasi tenda pengungsian yang terpisah-pisah. Pihaknya mengimbau warga berkumpul disatu titik pengungsian 

"Mereka masih terpisah-pisah, kita bersama camat TNI dan Polri kemudian mengimbau agar dijadikan satu titik untuk mudah pendataan," kata Asfada kepada tribun, Selasa (21/12/2021) siang.

Khusus di Kecamatan Pasilambena, lanjut Asfada, masih terdapat ribuan warga yang mengungsi.

"Data terakhir di posko kecamatan yang terpusat khusus Kecamatan Pasilambena ini masih ada 6.400 jiwa yang mengungsi," ungkapnya.

Pasilambena adalah kecamatan yang merupakan pulau terluar Kabupaten Selayar.

Kecamatan itu berpenduduk 8.060 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 2.168 KK.

Rumah rusak berat akibat gempa sebanyak 154 unit. Sedangkan rusak ringan sebanyak 235 unit.

Korban luka, sebanyak 58 orang. Terdiri dari 10 orang luka berat, 35 luka ringan dan 13 luka sedang.

Selain itu, juga terdapat seorang yang kakek berusia 70 tahun yang meninggal dunia.

Kehadiran Asfada di Selayar yang merupakan tanah kelahirannya, untuk menyalurkan bantuan dua ton beras dan ratusan paket sembako.

Bantuan itu dibawa melalui jalur laut dari Pelabuhan Soekarno-Hatta, Jumat pekan lalu.

Ia tiba di Pelabuhan Selayar, Keesokan harinya, Sabtu dan tiba di Pasilambena setelah 18 jam menumpangi kapal dari Pelabuhan Selayar.

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved