Tribun Bantaeng

Aktivis Soroti Surat Dinas Pendidikan Bantaeng Soal Vaksinasi Bagi Orangtua Siswa

Sorotan itu disampaikan melalui aksi unjuk rasa yang digelar di halaman kantor Dinas Pendidikan Bantaeng Senin, (20/12/2021).

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur/achmad nasution
Aktivis yang tergabung dalam Gerakan Bela Anak Sekolah (GANAS) saat menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Dikbud Bantaeng. 

TRINUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bantaeng mendapat sorotan dari aktivis.

Sorotan itu disampaikan melalui aksi unjuk rasa yang digelar di halaman kantor Dinas Pendidikan Bantaeng Senin, (20/12/2021).

Aktivis yang tergabung dalam Gerakan Bela Anak Sekolah (GANAS) ini menyoroti terkait surat Dikbud Bantaeng nomor 420/1457/DIKBUD/XII/2021.

Tentang permintaan sertifikat / kartu vaksin orangtua peserta didik.

Surat itu ditujukan kepada kepala sekolah PAUD hingga tingkat SMP se-Kabupaten Bantaeng.

Dalam surat tersebut disebutkan, "bagi orang tua peserta didik yang belum melakukan Vaksin Covid- 19 maka peserta didik tersebut tidak diperkenankan untuk mengikuti PTM (Pembelajaran Tatap Muka)".

Aktivis Ganas, Djalil mengatakan, surat tersebut melenceng dari keharusan apabila disandingkan dalam Perpres No.14 Tahun 2021.

"Karena lain yang berbuat lain yang diberikan sanksi sebagaimana pada pokok kesimpulan surat tersebut bahwa orang tua yang tidak vaksin selalu anak yang tidak diperkenankan mengikuti pembelajaran tatap muka," kata Djalil saat dihubungi TribunBantaeng.com, Senin, (20/12/2021).

Analoginya, kata Djalil, orang tua yang mencuri lalu anak yang dipenjara, sedangkan tertuang didalam Perpres No.14 Tahun 2021 terkait sanksi didahului dengan kalimat "setiap orang".

Berdasarkan hal itu, seharusnya orang yang menolak maka dia pula yang mendapatkan sanksinya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved