Breaking News:

Kesehatan

Benarkah Sering Ejakulasi Bisa Kurangi Risiko Kanker Prostat? Ini Penjelasannya

Kelenjar prostat adalah kelenjar kecil di panggul yang merupakan bagian dari sistem reproduksi pria.

Editor: Muh. Irham
MENGOBATIPROSTAT.COM
Kanker prostat 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kanker prostat adalah salah satu penyakit yang sangat ditakuti oleh kaum pria. Banyak yang mengira kanker prostat bisa dihindari dengan cara sering melakukan mastrubasi.

Kelenjar prostat adalah kelenjar kecil di panggul yang merupakan bagian dari sistem reproduksi pria. Bentuknya seperti buah kenari, terletak di antara penis dan kandung kemih, dan mengelilingi uretra.

Fungsi utama prostat adalah menghasilkan cairan putih kental yang menghasilkan air mani ketika bercampur dengan sperma yang dihasilkan oleh testis.

Seringkali orang mengaitkan prostat dengan ejakulasi. Hal ini karena fungsinya yang dapat menghasilkan mani, sehingga banyak hipotesis yang timbul jika sering melakukan ejakulasi maka kelenjar prostatnya akan lebih baik yang secara otomatis dapat mencegah radang, infeksi, inflamasi, dan lainnya.

Menurut dokter spesialis urologi dari RS Pondok Indah, dr Hery Tiera, SpU sering melakukan ejakulasi belum tentu dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat karena masih belum ada penelitian yang dapat membuktikannya.

"Sayangnya hal tersebut sampai sekarang belum disupport oleh data-data penelitian. Belum ada penelitian yang bisa membuktikan ejakulasi yang sering, dapat menurunkan risiko seseorang untuk mengalami kanker prostat," jelas dr Hery, Jumat (17/12/2021).

Jadi kanker prostat dapat terjadi pada siapa saja meskipun melakukan ejakulasi dengan frekuensi yang tinggi, bahkan kanker prostat dapat terjadi pada usia dini dengan faktor tertentu.

dr Hery juga menjelaskan kanker prostat dapat terdeteksi di usia dini jika memiliki faktor keturunan yang memiliki kanker prostat.

"Ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat kita harus melakukan deteksi lebih dini, apabila seseorang memiliki gejala tertentu seperti riwayat keluarga sedarah misalnya ayah atau pamannya, atau saudara kandung yang memiliki kanker prostat tentu resikonya dua kali lipat untuk mengalami kanker prostat," ungkap dokter syang berpraktik di RS Pondok Indah tersebut.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved