Tribun Makassar

Prof Razak Thaha Resmi Lantik Pengurus Perdaweri Sulsel 2021-2024

Ketua Pengurus Perdaweri Prof Dr dr Abdul Razak Thaha MSc SpGK mengukuhkan pengurus cabang Perdaweri Sulawesi Selatan periode 2021-2024

Editor: Suryana Anas
IDI Sulsel
Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Anti Penuaan, Wallness, Estetika dan Regeneratif Indonesia (Perdaweri) Prof Dr dr Abdul Razak Thaha MSc SpGK mengukuhkan pengurus cabang Perdaweri Sulawesi Selatan periode 2021-2024 di Hotel Swiss Belhotel Makassar, Sabtu (18/12/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Anti Penuaan, Wallness, Estetika dan Regeneratif Indonesia (Perdaweri) Prof Dr dr Abdul Razak Thaha MSc SpGK mengukuhkan pengurus cabang Perdaweri Sulawesi Selatan periode 2021-2024 di Hotel Swiss Belhotel Makassar, Sabtu (18/12/2021).

Pengukuhan itu berdasarkan surat keputusan pengurus pusat Perdaweri nomor 0369/D/12/202.

Adapun Ketua Perdaweri Sulsel adalah dr Kasmawati T Z Basalama MHA, Sekretaris dr Nur Ashari MKes SpGK, Bendahara dr Nurhayati Ingratubun MKes.

Selanjutnya, pembacaan Surat Keputusan pengurus pusat dibacakan dr Wachyudi Muchsin SH MKes dengan protokol kesehatan secara ketat .

Ketua Perdaweri Sulsel dr Kasmawati, mengatakan, Perhimpunan Dokter Anti Penuaan, Wellness, Estetik & Regeneratif Indonesia adalah wadah peminatan dalam ilmu anti-aging dan estetika di bawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang dibentuk dan diresmikan dalam Munas IDI XXVIII di Makasar, November 2012.

"Dengan berdirinya Perdaweri diharapkan  menjadi satu-satunya perhimpunan seminat yang diakui keberadaannya di Indonesia oleh IDI untuk menampung dan mengembangkan ilmu anti-aging dan estetika di Indonesia," ujar dr Kasma dalam rilis yang diterima Tribun.

Saat ini sudah terbentuk 17 cabang Perdaweri di tingkat provinsi di seluruh Indonesia.

Yakni Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Sumsel, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, DIY, Bali, NTB, Sulsel, Kaltim-Kaltara, Kalbar.

"Program Perdaweri Sulsel lebih fokus ke Komunikasi, Informasi dan Edukasi khususnya etik sehingga dokter estetika juga tidak melanggar yang bisa berdampak konsekuensi hukum," ujar Kasma.

Ketua Panitia Dr S Zulfikar D Asegaf MHKes dalam laporannya, selain pengukuhan pengurus Perdaweri Sulawesi Selatan juga dilaksanakan Seminar dan Workship Penanganan Acne dan Melasma di Klinik dihadiri 65 peserta dokter umum dari kabupaten kota di Sulawesi Selatan dengan menghadirkan pembicara yang ahli dibidang acne dan melasma. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved