Breaking News:

Polbangtan

Penyuluh Sumba Apresiasi Peran Polbangtan Kementan Dampingi Petani

Polbangtan Gowa mengirimkan 30 mahasiswa untuk melakukan pendampingan Food estate gelombang ke II petani di Sumba Tengah

Editor: Suryana Anas
Polbangtan Gowa
Mahasiswa Polbangtan Gowa melakukan pendampingan Food estate gelombang ke II petani di Sumba Tengah 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUMBA - Kementerian Pertanian menetapkan pengembangan food estate sebagai salah satu arah kebijakan pembangunan pertanian.

Salah satu lokasi food estate terletak di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur.

Sebagai bentuk peran aktif mendukung keberhasilan program ini, Kementan, melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, mengirimkan 30 mahasiswa untuk melakukan pendampingan Food estate gelombang ke II petani di Sumba Tengah dimulai Bulan Oktober sampai dengan Desember 2021.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan akan memaksimalkan semua lini agar pendampingan yang diberikan terhadap petani di Food Estate Kalimantan Tengah, Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur, bisa berjalan maksimal. 

"Salah satunya lewat pembentukan Tim Pendampingan/Detasharing Food estate. Food estate adalah implementasi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyediakan ketersediaan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia,” jelas Mentan SYL.

Menurutnya, petugas perlu disiapkan dan ditingkatkan kompetensinya sehingga dapat optimal bekerja.

"Dengan kompetensi ini, para pendamping dapat memiliki kemampuan mendampingi dan mengawal para petani di food estate dalam melakukan budidaya, penggunaan alsintan dan penanganan panen serta pasca panen," sambungnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengungkapkan ada sejumlah langkah yang akan dilakukan Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP untuk mendukung pendampingan petani di lokasi food estate.

Di antaranya dengan menggelar pembekalan umum bagi tim pendamping yang telah dibentuk oleh Kementerian Pertanian. 

“Pembekalan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan etos kerja dalam pelaksanaan tugas pendampingan, Meningkatkan pengetahuan teknis dari produksi hingga pascapanen dan pemasaran, Meningkatkan wawasan peserta tentang inovasi teknologi, Meningkatkan wawasan peserta dalam dalam penguatan kelembagaan ekonomi petani, dan Meningkatkan kemampuan dalam melakukan pengawalan dan pendampingan Program Food Estate,” ungkap Dedi.

Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin, mengatakan mahasiswa dan pemerintah dapat berkolaborasi sehingga melahirkan kerjasama yang dinamis dengan mahasiswa sehingga tujuan dari program ini dapat tercapai bersama dalam membangun pertanian negeri dan mensukseskan program food estate di Sumba Tengah.

“Selama 3 (tiga) bulan, para mahasiswa telah mengabdikan diri di wilayah Food Estate Kabupaten Sumba Tengah, baik dengan melakukan kegiatan pendampingan, pengawalan, pengabdian masyarakat, penyuluhan, transfer pengetahuan dan inovasi, serta kegiatan-kegiatan lainnya yang bertujuan untuk mengoptimalkan sdm serta sektor pertanain yang ada di Wilayah Sumba Tengah,” jelas Syaifuddin.

Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah melalui Koordinator BPK Prai Au Fransiskus menyampaikan, keberadaan mahasiswa pendampingan sangat membawa pengaruh besar bagi kami di Sumba Tengah utamanya di Kec. Katikuna Selatan.

"Kami selalu ditemani ke lapangan dan kunjungan ke kelompok tani untuk menyampaikan berbagai inovasi, juga membantu kami dalam proses transfer ilmu bagi petani di Kawasan Food Estate ini.Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pertanian dan Polbangtan Gowa, telah menjadikan lahan kami untuk tetap berproduksi,” ungkap Fransiskus.

 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved