Breaking News:

Opini Tribun Timur

Wahdah Islamiyah Contoh Moderasi Beragama

Sulawesi Selatan, secara garis besar dihuni oleh beberapa etnis yang didominasi oleh Bugis, Makassar, Luwu, Massenrempulu, dan Tana Toraja.

Editor: Sudirman
Dok Pribadi
Dr Ilham Kadir MA, Alumni Pondok Pesantren Darul Huffadh, Tuju-Tuju Bone 

Oleh: Dr Ilham Kadir MA

Dosen Universitas Muhammadiyah Enrekang

Sulawesi Selatan, secara garis besar dihuni oleh beberapa etnis yang didominasi oleh Bugis, Makassar, Luwu, Massenrempulu, dan Tana Toraja.

Sejarah telah membuktikan bahwa anak bangsa yang lahir dari tanah Sulawesi telah banyak memberikan kontribusi kepada perjalanan bangsa Indonesia dari zaman Syekh Yusuf Al-Makassari hingga zaman Muhammad Jusuf Kalla.

Demikian pula dalam dunia pergerakan dan dakwah, para ulama, ustad, muballig, dan aktivis dakwah, Sulawesi Selatan layak jadi rujukan.

Setidaknya bebera organisasi kemasyarakatan bernafas Islam yang lahir dari rahim anak Sulawesi Selatan.

Sebut saja Darud Da'wah Wal-Irsyad (DDI) yang didirikan oleh ulama kharismatik, KH. Ambo Dalle, dan kawan-kawan, juga Wahdah Islamiyah yang diawali oleh sebuah yayasan yang didirikan oleh Aktivis Muhammadiyah, Fathul Muin Daeng Magading.

Lalu bermetamorfosis menjadi organisasi yang digerakkan oleh Dr. Zaetun Rasmin dan kawan-kawan.

Ada pula Ormas Hidayatullah yang awalnya berupa pondok pesantren di Gunung Tembak yang cabangnya tersebar di seluruh Indonesia, didirikan oleh Abdullah Said yang juga merupakan tokoh dan aktivis Muhammadiyah asal Makassar, Sulawesi Selatan.

Karena Wahdah Islamiyah akan menghelat Muktamar Keempat pada 18 hingga 22 Desember 2021 ini, maka saya bermaksud mengetengahkan kiprah dakwah yang telah dan sedang dijalankan oleh Oragnisasi Islam yang secara resmi berdiri pada 14 April 2002 Masehi di Makassar ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved