Breaking News:

Tribun Kampus

Unibos Ajak 24 Mahasiswa PMM-DN Kunjungi Fort Rotterdam dan Museum Kota Makassar

Mereka yang berasal dari berbagai kampus di Indonesia mengunjungi Fort Rotterdam dan Museum Kota Makassar.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur/rudi salam
Sebanyak 24 mahasiswa inbound dalam PMM-DN di Unibos berkunjung ke tempat bersejarah di Makassar, Rabu (15/12/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 24 mahasiswa inbound dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMM-DN) di Universitas Bosowa (Unibos) berkunjung ke tempat bersejarah di Makassar, Rabu (15/12/2021).

Mereka yang berasal dari berbagai kampus di Indonesia mengunjungi Fort Rotterdam dan Museum Kota Makassar.

Hal itu dilakukan dalam rangka mengenalkan Budaya dan sejarah Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kunjungan dilakukakn ke tempat Cagar Budaya Kota Makassar ini turut didampingi oleh Dosen modul nusantara Jainuddin Ranung dan Tismi Dipalayaz.

Jainuddin Ranung menjelaskan bahwa kunjungan yang dilakukan merupakan cara untuk mengenalkan kepada mahasiswa PMM DN tentang sejarah dan perkembangan Kota Makassar dari tempo dulu hingga masa sekarang. 

“Ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan keberagaman budaya di sulsel serta untuk mengingat perjuagan jasa-jasa pahlawan saat perang melawan penjajah,” jelas Dosen FKIP Unibos itu via rilis ke tribun-timur.com,

Mahasiswa Unibos dalam kegiatan ini juga terlibat untuk mendampingi mahasiswa PMM DN. 

Dirinya berharap dari kunjungan ini mahasiswa dari luar pulau Sulawesi mendapatkan informasi mengenai identitas dan sejarah Kota Makassar serta budaya penduduk Makassar yang pluralistic. 

“Selanjutnya kami juga akan melakukan kunjungan ke beberapa tempat destinasi cagar budaya untuk mempelajari budaya dan adat istiadat setempat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Unibos Abd Haris Hamid menyebut bahwa program PMM DN ini dilakukan dengan dua pendekatan.

Pertama adalah proses akademik yang sudah dilakukan lewar perkuliahan di dalam kelas.

Kedua adalah modul nusantara, dimana kegiatannya di luar kampus yang rata-rata dilakukan dengan pendekatan baik objek wisata maupun objek-objek bersejarah 

“Hasil akhir dari kegiatan ini harus dalam bentuk jurnal atau modul jadi dibuatkan serangkaian perjalanan yang dia lihat yang dikunjungi itu dirangkum dalam sebuah foto makanya disebut modul Nusantara,” papar Abd Haris.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved