PSM Makassar
PSM Enam Laga Tanpa Kemenangan, Assegaf Razak: Siri’ Na Pacce Hilang!
PSM Makassar finish peringkat ke-12 putaran I Liga 1 Indonesia 2021/2022 usai kembali bermain imbang lawan Persiraja pada pekan ke-17
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PSM Makassar dan Persiraja Banda Aceh akhiri putaran pertama Liga 1 2021-2022 dengan hasil imbang 0-0.
Kedua tim harus puas berbagi poin satu di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Senin (13/12/2021) malam.
Hasil ini gagal mendongkrak peringkat PSM masuk 10 besar klasemen.
Laskar Pinisi tertahan di peringkat 12 dengan 20 poin.
Padahal PSM menguasai jalannya pertandingan. Penguasaan bola 65 persen berbanding 35 persen.
Tembakan dilepaskan 10 kali, empat diantaranya tepat sasaran.
Sedangkan Laskar Rencong melepaskan delapan tembakan, hanya satu tembakan tepat sasaran.
Pengamat sepak bola, Assegaf Razak heran melihat penampilan PSM ketika lawan Persiraja.
Dia menilai karakter bermain PSM tak terlihat.
"Kok bisa begitu mainnya PSM. Ciri khasnya hilang. Permainan cepat tidak terlihat. Semangatnya pun hilang. Siri na pacce hilang," katanya melalui sambungan telepon, Selasa (14/12/2021).
Assegaf melihat, PSM mengikuti irama permainan Persiraja.Dampaknya, Laskar Rencong pun enak bermain.
"PSM main kayak tidak ada tujuan. Ditambah lagi tidak ada pemaksaan," tambah mantan pelatih PSM ini.
Absennya Pluim, kata dia, memberikan dampak luar biasa bagi permainan PSM. Suplei bola ke lini depan tak ada.
Anco yang diharapkan bisa ganti peran rekan senegaranya tak maksimal. Pertandingan terlihat membosankan.
Ketika bermain di lini depan, Anco Jansen pun jarang dapat bola. Tidak mau berduka dan selalu buat kesalahan, sehingga kehilangan bola.
"Kita tidak bisa manfaatkan peluang . Entah faktor apa yang mempengaruhi. Padahal Persiraja tim lemah, dikalahkan Persikabo dengan skor 5-0 beberapa waktu lalu," tandas Assegaf.
Masalah Finishing
Karateker Pelatih PSM Makassar, Syamsuddin Batola mengaku tim bermasalah di penyelesaian akhir ketika lawan Persiraja Banda Aceh.
Hal ini diungkapkan saat konferensi pers usai pertandingan, Selasa (14/12/2021) pukul 21.30 Wita.
"Finishing kita bermasalah," ungkapnya.
Pertandingan PSM dan Persiraja di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berakhir dengan skor 0-0.
Padahal Laskar Pinisi menguasai jalannya pertandingan. Penguasaan bola 65 persen berbanding 35 persen.
Tembakan dilepaskan 10 kali, empat diantaranya tepat sasaran.
Sedangkan Laskar Rencong melepaskan delapan tembakan, hanya satu tembakan tepat sasaran.
Menurut Batola, finishing menjadi masalah karena pemain beberapa pilarnya harus absen karena cedera, seperti Willem Jan Pluim dan Yakob Sayuri.
Sementara pemain yang ada, belum bisa berbuat banyak.
"Kita kehilangan Yakob Sayuri dan Pluim cedera. Pemain yang ada, tapi mereka belum berbuat banyak," tuturnya.
Usai bermain imbang 0-0 lawan Persiraja, pelatih 54 tahun ini mengaku ruang ganti pemain kondusif dan tak ada masalah.
"Ini masalah kesiapan pemain, pemain lapis kedua belum bisa menunjukkan permainan terbaik. Itu jadi masalah".
"Saya sudah mainkan tiga striker dan sayap untuk dapat poin, tapi tidak ada gol tercipta," pungkasnya.
Hasil skor kacamata ini membuat PSM tertahan di peringkat 12 dengan 20 poin.
Posisinya, bisa diambil alih oleh Persikabo 1973 jika mampu kalahkan Madura United.
Jika itu terjadi, Laskar Pinisi semakin mendekati zona degradasi.
Minta Maaf
PSM Makassar menutup putaran pertama Liga 1 2021-2022 dengan bermain imbang tanpa gol melawan Persiraja Banda Aceh.
Kedua tim bermain di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (13/12/2021) malam.
Hasil imbang ini membuat PSM tak meraih kemenangan di seri tiga Liga 1.
Enam pertandingan hanya koleksi empat poin.
Hasil empat kali imbang dan dua kali kalah.
Laskar Pinisi pun harus tertahan di peringkat 12 klasemen sementara.
Posisi, terancam turun satu peringkat jika Persikabo 1973 berhasil kalahkan Madura United.
Jika itu terjadi, klub kebanggaan masyarakat Sulsel ini semakin mendekati zona degradasi.
Karateker Pelatih PSM, Syamsuddin Batola meminta maaf kepada seluruh suporter atas kegagalan meraih kemenangan.
"Sebagai pelatih saya memohon maaf kepada suporter karena belum bisa memetik poin penuh," ucapnya saat konferensi pers usai pertandingan.
Menurut Batola, seluruh pemain telah bermain sangat bagus. Namun, kurang di penyelesaian akhir.
"Pemain telah berusaha. Penyelesaian akhir kurang. Ini menjadi masalah, sehingga skor 0-0," katanya.
Pemain PSM, Hasim Kipuw juga menyampaikan meminta maaf kepada suporter PSM.
"Mewakili pemain, kami meminta maaf kepada suporter di Makassar," tambahnya.
Stopper PSM ini menuturkan, pemain sudah memberikan yang terbaik.
Sudah mencoba dan mencoba untuk bisa menciptakan gol, tapi gol yang dinanti belum datang.
"Mungkin ini menjadi pekerjaan rumah, ke depan di putaran kedua harus berbenah lebih banyak," ungkap Hasim Kipuw.
Babak I
PSM mencoba mencetak gol pertama dengan cepat dengan memanfaatkan lini sayap yang memiliki kecepatan.
Hingga menit ke-10 pertandingan, PSM menguasai jalannya pertandingan.
Namun, serangan yang coba dibangun, masih mampu di gagalkan lini pertahanan Persiraja.
Menit ke-14 PSM mendapatkan kesempatan dari tendangan penjuru. Sayang, peluang tak bisa dimaksimalkan untuk berbuah gol.
Tendangan penjuru Rasyid Bakri berhasil ditangkap Fakhrurrazi.
PSM terus membongkar pertahanan Persiraja. Menit 18 Abdul Rachman lepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti, tapi tak ada rekannya yang menyambut.
Semenit berselang tendangan bebas Abdul Rachman masih bisa dimentahkan kiper Fakhrurrazi.
Memasuki menit 20, PSM menciptakan peluang membahayakan bagi gawang Laskar Rencong.
Sedangkan, Persiraja juga sulit membangun serangan. Selalu buntu di lapangan tengah.
Persiraja nyaris membobol gawang PSM di menit 25. Beruntung Hilman Syah bergerak cepat mengamankan bola.
PSM membalas lewat Ilham Udin Armaiyn, tetapi bola berada dalam pelukan Fakhrurrazi.
Rasyid Bakri melepaskan tembakan mengarah ke gawang usai memanfaatkan umpan Yance Sayuri di menit 27.
Kiper Fakhrurrazi sudah salah membaca bola, tapi bola berhasil masih bisa ditepis pemain bertahan Persiraja.
Semenit berselang, Ilham Udin melepaskan tembakan, tapi masih melambung di atas mistar bawang.
Menit 33 Zulkifli Syukur melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti Persiraja. Lagi-lagi tak ada rekan menyambut.
Serangan yang dibangun terbuang percuma.
Persiraja mendapatkan peluang di menit 36. Masih bisa digagalkan Erwin Gutawa.
Menit 38, pemain Persiraja, Hamdan Zamzani mendapatkan kartu kuning usai langgar Anco Jansen.
Dua menit berselang Leonardo Silva juga mendapatkan kartu kuning.
Persiraja kembali menciptakan peluang lewat tendangan jarak jauh Zamzani menit 40 Namun, tendangan berhasil ditepis, hanyalah melahirkan tendangan penjuru.
Sayang sepakan penjuru tak bisa dimanfaatkan untuk membobol gawang PSM.
Memasuki menit akhir pertandingan, PSM dan Persiraja kesulitan mencetak gol.
Umpan-umpan crossing pemain PSM ke dalam kotak penalti Persiraja tak efektif. Anco Jansen selalu kalah dalam perebutan bola.
Skor 1-1 mengakhiri babak pertama.
Babak Kedua
Di awal babak kedua, PSM menyegarkan lini serangnya. ilham Udin dan Yance Sayuri ditarik keluar. Rizky Eka dan Saldi Amiruddin dimasukkan.
Persiraja membuka peluang di babak kedua di menit ke-47. Pemain Laskar Rencong melepaskan tendangan, tetapi masih bisa ditangkap Hilman Syah.
Dua menit berselang Anco Jansen mendapatkan peluang pertamanya. Dia melepaskan tembakan, tapi masih bisa diamankan.
Semenit berselang, pemain nomor punggung 10 ini mengancam gawang Fakhrurrazi. Tendangan mendatarnya masih bisa ditangkap.
Menit 52, cut back Anco Jansen kepada Rizky Eka nyaris membuat PSM unggul. Namun, sundulan Rizky Eka masih bisa dihalau Fakhrurrazi.
Tiga menit berselang, Rasyid Bakri dapatkan peluang emas usai menerima umpan Rizky Eka. Sayang, peluang tersebut gagal dimanfaatkan untuk jadi gol.
Persiraja coba menyerang dengan mengandalkan sisi sayap penyerangan mereka. Pertahanan PSM masih susah ditembus.
Wasit Iwan Sukoco kembali mengeluarkan kartu kuning. Kali ini kepada Erwin Gutawa usai jatuhkan Defri Rizki.
Menit 61, Persiraja menekan PSM melalui pemain sayap mereka. Beruntung beberapa umpan silang ke dalam kotak penalti PSM berhasil dihalau Erwin Gutawa.
Menit 64, umpan silang Supriyadi berhasil cepat diamankan Hilman Syah.
Persiraja melakukan pergantian pemai. Menarik M Roby. Memasukkan Iftiqar Rizal.
Sedangkan PSM memasukkan Azka Fauzi untuk menambah daya gedor. Rasyid Bakri ditarik keluar.
Di menit 70 PSM coba menarik pemain Persiraja untuk keluar dari pertahanan dengan memainkan bola di lini pertahanan.
Redi Rusmawan mendapatkan peluang di menit 76. Pemain nomor punggung 7 ini melepaskan sepakan kaki kiri.
Namun, bola masih tipis di atas mistar gawang Hilman Syah.
Menit 80 kedua tim harus bermain 10 orang setelah wasit Iwan Sukoco memberikan kartu merah kepada Sutanto Tan dan Vanja Markovic.
Anco Jansen menyia-nyiakan peluang di menit 85. Eksekusi tendangan bebasnya, masih melambung.
PSM terus menekan Persiraja di menit akhir pertandingan. Pertahanan rapat Persiraja di depan kotak penalti tak membuat pemain PSM mencetak gol.
Hingga 90 menit pertandingan, tak ada gol tercipta di kedua kubu. Pertandingan berakhir dengan skor 0-0.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pengamat-sepak-bola-assegaf-razak-101202021.jpg)