Breaking News:

Tribun Jeneponto

Kisah Nenek Rante 30 Tahun Tinggal di Gudang Pupuk, Sekolahkan Cucu dari Jualan Sapu Lidi

Nenek Rante berjuang menghidupi kebutuhan hidupnya dan menyekolahkan seorang cucunya dengan membuat sapu lidi dan dijual ke pasar.

Penulis: Muh Rakib | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH RAKIB
Nenek Rante berjuang menghidupi kebutuhan hidupnya dan menyekolahkan seorang cucunya dengan membuat sapu lidi dan dijual ke pasar. 

TRIBUNJENEPONTO.COM - Seorang nenek berjuang menghidupi kebutuhan hidupnya dan menyekolahkan seorang cucunya.

Nenek tersebut bernama Rante (69) yang tinggal di gudang pupuk milik pemerintah setempat bersama cucunya.

Tepatnya di Borong Camba, Dusun Tanatoa, Desa Kalimporo, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.

Cucunya bernama Asseng (17) dan kini masih duduk dibangku kelas tiga SMK.

Nenek Rante sudah tinggal di gudang pupuk selama 30 tahun.

Semasa hidupnya ia mencari nafkah dengan membuat sapu lidi dan dijual ke pasar.

Nenek Rante mulai beraktifitas sejak pagi hingga siang mencari daun kelapa yang akan dibikin sapu.

Untuk mendapatkan daun kelapa, Nenek Rante berjalan kaki.

Apabila ada daun kelapa yang jatuh, itulah yang diambil dan dikumpulkan.

Setelah terkumpul, ia membawa daun kelapa pulang ke tempat tinggalnya dan mulai membuat sapu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved