Breaking News:

Liga 3 Sulsel

Dugaan Ajakan Pengaturan Skor di Liga 3 Sulsel, Pengamat: Asprov PSSI Sulsel Jangan Diam, Usut Cepat

Klub Liga 3 Sulawesi Selatan (Sulsel), Persibone buka suara terkait ajakan melakukan pengaturan skor.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN TIMUR/DARULLAH
Pertandingan tim Persibone melawan PS Nene Mallomo di Stadion Ganggawa Pangkajene, Senin (9/9/2019) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengamat sepak bola, Muhammad Hanafing Ibrahim meminta Asprov PSSI Sulawesi Selatan (Sulsel) bertindak cepat terkait adanya dugaan ajakan match fixing atau pengaturan skor.

Klub Liga 3 Sulawesi Selatan (Sulsel), Persibone buka suara terkait ajakan melakukan pengaturan skor.

Persibone diminta untuk mengalah 0-2  jika menghadapi Masolo United pada pertandingan di grup H. Imbalannya, uang sebesar Rp 30 juta.

Ajakan pengaturan skor ini terjadi sehari sebelum tim Persibone berangkat ke Kabupaten Pinrang. Manager Persibone, Muhammad Wahyu dihubungi oleh seseorang yang mengaku suruhan dari klub Masolo United.

Hanafing menjelaskan dalam regulasi PSSI sudah tegas melarang adanya pengaturan skor dalam pertandingan.

Jangankan sudah terjadi, indikasi untuk pengaturan skor saja itu sudah melanggar.

"Ini sudah masuk indikasi penyuapan. Kalau di regulasi PSSI, jangan sudah disuap, indikasi menyuap saja sudah masuk ranah hukum," jelasnya melalui sambungan telepon, Sabtu (11/12/2021).

Pria 58 tahun ini meminta, Asprov PSSI Sulsel bergerak cepat untuk mencari sumbernya. Mencari dalangnya sehingga bisa terbongkar semua.

"Jangan didiamkan karena belum terjadi. Ini sudah masuk perkara hukum. Asprov tak boleh diam, ini tugas Asprov," tegasnya.

Lanjut Hanafing, bisa saja semua pertandingan di Liga 3 Sulsel diatur. Sebab, ada indikasi untuk mengatur skor pertandingan. Ini harus ditangkap.

"Jika ada indikasi seperti ini, kemungkinan ada pertandingan yang pernah melakukan itu (red, pengaturan skor)," ujarnya.

Dia menyampaikan, pengaturan skor pertandingan sangat diharamkan oleh FIFA. Makanya, Asprov PSSI Sulsel tak boleh mengundur waktu.

Hanafing pun membandingkan gerak cepat dari Asprov PSSI Jawa Timur yang langsung menangkap pelaku. Ada tiga orang berhasil ditangkap dan sudah dihukum.

"Asprov (red, Asprov PSSI Sulsel) harus segera bertindak, tidak boleh diundur-undur. Kalau Ssprov diam, ada indikasi oran Asprov terlibat".

"Kenapa didiamkan, berarti ada yang terlibat di dalam. Kalau tidak ada yang terlibat di dalam, pasti ada merespon. Dia cepat, dia amankan siapa pelakunya. Mari kita selidiki, kalau perlu gunakan tenaga polisi," tutur mantan pemain PSM ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved