Breaking News:

Tribun Gowa

Pemkab Gowa Susun Perda Pendidikan Anti Korupsi, Bakal Dijadikan Mata Pelajaran Murid SD dan SMP

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengikuti Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia secara virtual di Peace Room A'Kio Kantor Bupati Gowa

Humas Pemkab Gowa
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan usia mengikuti Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia Secara Virtual bersama Wakil Bupati Gowa, H. Abd Rauf Malaganni dan Kepala Kejaksaan Negeri Gowa, Yeni Andriani di Peace Room A'Kio Kantor Bupati Gowa, Kamis (9/12) 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA -  Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengikuti Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia secara virtual di Peace Room A'Kio Kantor Bupati Gowa, Kamis (9/12/2021).

Peringatan Hari Anti Korupsi ini juga dihadiri Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni dan Kepala Kejaksaan Negeri Gowa, Yeni Andriani.

Adnan mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa akan menyusun Peraturan Daerah (Perda) Pendidikan Anti Korupsi.

Perda anti korupsi akan berlaku di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Selama ini kita sudah atur dalam Peraturan Bupati, ini yang akan kita tingkatkan dalam bentuk Perda sebagai salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa untuk pendidikan anti korupsi sejak dini di sekolah," ujarnya via rilis diterima.

Kata dia nantinya, sekolah yang berada dibawa naungan Pemerintah Kabupaten Gowa yaitu SD dan SMP akan menerapkan kurikulum pendidikan antikorupsi.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini juga mengatakan bahwa Pendidikan anti korupsi penting ditanam sejak dini.

Sehingga ia berharap selain menghasilkan SDM yang baik dan unggul, juga memiliki budaya anti korupsi yang baik.

"Pendidikan anti korupsi harus dimulai sejak dini, maka diharapkan ada kurikulum yang dimulai dari SD sampai SM," ungkapnya.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengatakan menanamkan budaya Antikorupsi sejak dini menjadi hal yang paling penting. 

Menurutnya pemberantas korupsi tidak harus identik dengan penangkapan tetapi penanganan harus dilakukan di akar masalah.

"Kalau korupsi bisa kita cegah, maka kewenangan rakyat bisa kita selamatkan. Menanamkan Budaya Antikorupsi di masyarakat sejak dini menjadi bagian penting dari pembenrtasan korupsi," tandasnya.

Turut hadir dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Gowa, Muh. Rusdi.

Sekretaris Inspektorat Kabupaten Gowa, Syahrul Syahrir dan Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Gowa, Mahmuddin.

Laporan Wartawan Kontributor TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved