Breaking News:

Opini Tribun Timur

Mengasah Ulang 'Polisi Tumpul'

Keterlibatan aparat penegak hukum dengan peredaran gelap narkoba semakin mengkhawatirkan belakangan ini.

Editor: Sudirman
Muhammad Hatta
Muhammad Hatta Dokter Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar 

Muhammad Hatta

Dokter Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar

Keterlibatan aparat penegak hukum dengan peredaran gelap narkoba semakin mengkhawatirkan belakangan ini.

Kasus yang menonjol adalah diamankannya dua anggota Polres Gowa Sulawesi Selatan yang mengantungi sabu (Merdeka.com,3/10/21).

Di aras nasional memang terjadi peningkatan signifikan jumlah anggota Polri yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Sedari 297 anggota Polri tersandung kasus narkoba pada 2018, naik menjadi 515 orang pada 2019.

Tak ada data resmi pada 2020 namun 113 polisi dipecat pada periode Januari-Oktober 2020 (Kompas,25/10/2020).

Angka-angka tersebut di atas sangat mengkuatirkan sebab bersama Badan Narkotika Nasional(BNN), Polri merupakan ujung tombak dan aset strategis bangsa dalam memerangi penyalahgunaan narkotika.

Sebuah riset di Kenya juga menunjukkan penurunan layanan kepolisian hingga 30 persen pada anggota yang mengkonsumsi narkoba (Ngeera, 2019).

Penyalahguna sosial vs fungsional

Umumnya perilaku penyalahguna narkoba dibagi menjadi kelompok pengguna sosial dan fungsional(Ross et al,2007).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved