Tribun Makassar
Budayawan Idwar Anwar Terbitkan Novel Historiografi Perempuan Luwu, Ceritakan Kisah Opu Daeng Risaju
Budayawan asal Luwu, Sulsel, Idwar Anwar kembali menerbitkan buku.Kali ini novel Histografi seorang tokoh pejuang di tanah kelahirannya, Luwu.
Penulis: Kasdar Kasau | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Budayawan asal Luwu, Sulsel, Idwar Anwar kembali menerbitkan buku.
Kali ini novel Histografi seorang tokoh pejuang di tanah kelahirannya, Luwu.
Ia berkunjung ke Redaksi Tribun Timur memperkenalkan buku barunya, Kamis (9/12/2021).
Ia disambut oleh Wapemred Tribun Timur, Ronald Ngantung.
Idwar Anwar lahir di Palopo.
Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Prodi Sastra Asia Barat, Unhas.
Kemudian menyelesaikan program Master Starata 2 (S2) Unhas Prodi Sejarah.
Idwar Anwar seorang penulis Sulsel yang berhasil membuat ulang epos La Galigo dengan 12 jilid.
Ia kembali menulis buku Opu Daeng Risaju akhir tahun 2021 ini.
Namun belum dipasarkan kepada masyarakat umum.
Buku Opu Daeng Risaju bercerita tentang seorang perempuan berjuang membela rakyat Luwu dari penjajah Belanda.
Latarbelakang perjuangannya pada tahun 1930.
Perjuangan Opu Daeng Risaju bermula saat terpilih menjadi ketua PSII diusia 50 tahun.
PSII merupakan partai pertama terbentuk di Indonesia.
Ia kemudian ditangkap dan dipenjara oleh penjajah Belanda.
Karena bertentangan dengan kebijakan pemerintahan Hindia-Belanda.
"Ditembakkan peluru di dekat telinganya sampai dia tuli," tutur Idwar Anwar.
Beruntung, Opu Daeng Risaju bisa melewati masa penjajahan Belanda.
Opu Daeng Risaju lahir pada tahun 1880 kemudian meninggal 1964. (*)
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com - Kasdar.