Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pria Bertubuh Gemuk

Susah Dapat Kerjaan karena Gemuk, Lihat Balasan Cowok Ini

Selama ini susah dapat kerjaan karena tubuhnya terlalu gemuk, lihat balasan si cowok jadi sorotan. Berat badan ideal memang jadi harapan semua orang.

Tayang:
Editor: Rasni
GridPop
Susah Dapat Kerjaan karena Gemuk, Lihat Balasan Cowok Ini 

TRIBUN-TIMUR.COM - Selama ini susah dapat kerjaan karena tubuhnya terlalu gemuk, lihat Balasan si cowok jadi sorotan.

Berat badan ideal memang jadi harapan semua orang. 

Pasalnya mereka yang bertubuh gemuk kadang harus menghadapi stigma negatif dari orang lain.

Hanya saja menurunkan Berat Badan bukan hal yang mudah.

Terutama bagi mereka yang memiliki kelebihan berat badan kategori obesitas.

Hal ini juga yang dialami seorang pria yang berhasil turunkan berat badannya sebanyak 118 kilogram.

Pria tersebut berjuang keras hilangkan lemak di tubuhnya bukan tanpa alasan.

Dilansir Tribun Trends dari SiakapKeli, ia menurunkan berat badan karena setiap melamar pekerjaan selalu ditolak karena alasan terlalu gemuk.

Pria yang bernama Ahmad Afif Zafran ini membagikan perjalanannya menurunkan berat badan di Facebook hingga viral.

Mulai tahun 2019, Afif berusaha menurunkan berat badannya.

Ia berolahraga dan berhasil menurunkan puluhan kilogram lemak di tubuhnya.

Afif mengatakan, ia berhasil menurunkan berat badan dari 214 kg ke 96 kg dalam waktu 2 tahun.

Saat obesitas, ia mengaku terkadang sulit bergerak dan sering merasa frustasi dengan dirinya sendiri.

Karena kondisinya itu, ia juga kesulitan mendapatkan pekerjaan.

"Ini adalah fase gelap dalam hidup saya selama menjadi 'bob'."

"Wajahnya ceria, tapi pada malam sebelumnya saya terkadang sendirian, saya akan menangis," ujarnya.

Bahkan di dalam kamarnya, tidak terdapat cermin kecuali kaca jendela kamarnya.

"Kamar saya hampir tidak memiliki cermin kecuali jendela kamar."

"Ketika melihat diri di cermin, timbul rasa kecewa dan marah pada dirinya sendiri."

"Banyak teman terdekat saya yang tahu cerita saya pergi mencari pekerjaan tetapi tidak ada yang mau menerima," pungkas Afif.

Hasilnya, Afif memutuskan untuk berwirausaha.

Menurut dia, kebiasaan makan yang tidak sehat menjadi penyebab kenaikan berat badannya.

Berawal dari situ, Afif pun bertekat dan bersemangat untuk menurunkan berat badan.

Ia menerapkan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga di gym.

Afif juga makan sayur dengan porsi yang banyak saat diet dan hanya makan nasi dalam jumlah kecil.

Meski tibuhnya sudah bertransformasi signifikan, Afif mengatakan perjalanannya masih jauh dan kini ia tetap menjaga pola hidup sehatnya.

Melansir Kompas.com, National Institutes of Health atau NIH spesifik menjabarkan, penyebab utama obesitas adalah makan terlalu banyak dan bergerak terlalu sedikit.

Jika Anda mengonsumsi energi dalam jumlah tinggi, misalnya lemak atau gula tetapi tidak berolahraga, maka sebagian besar energi berlebih akan disimpan oleh tubuh sebagai lemak.

Viana, direktur klinis program kesehatan menjelaskan, cara yang paling umum untuk melihat ciri-ciri obesitas adalah dengan menghitung BMI (indeks massa tubuh).

"Ini adalah angka yang diperoleh dengan membagi berat badan seseorang dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan mereka dalam meter," jelasnya.

Jika Anda memiliki BMI 30 ke atas, ini bisa dianggap dalam kisaran obesitas.

Namun Viana menegaskan, hal ini perlu diperhatikan dengan teliti. Sebab, tak semua orang yang memiliki BMI lebih dari 30 mengalami obesitas, begitu pun sebaliknya.

(GridPop.ID/TribunTimur)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved