Breaking News:

Peleburan KONI-KOI Kembali Mencuat, Mitra Fakhruddin Bahas Revisi UU SKN di UNM

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia sedang menggodok perubahan atau revisi Undang-undang No 3 tahun 2005

Penulis: Siti Aminah | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
Anggota DPR RI Komisi X Mitra Fakhruddin melakukan uji publik Revisi UU KSN, bertempat di Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Senin (7/12/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia sedang menggodok perubahan atau revisi Undang-undang No 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (KSN).

Empat poin yang menjadi pembahasan krusial terkait peleburan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Kemudian pendanaan olahraga, dana ke cabang olahraga, hingga desain besar olahraga nasional.

Dalam rangka perumusan RUU tersebut, anggota DPR RI Komisi X Mitra Fakhruddin melakukan uji publik, bertempat di Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Senin (6/12/2021).

Ini dilakukan dalam rangka penggodokan aspirasi masyarakat, akademisi dan pegiat olahraga untuk kemajuan sektor keolahragaan.

Legislator jebolan PAN ini menyampaikan, dari empat poin di atas dua diantaranya menjadi perdebatan alot di ranah pemerintah.

Pihaknya menginginkan penyatuan KONI dan KOI, sementara pemerintah menginginkan tetap terpisah sebagai eksisting.

Pemerintah pusat menganggap keduanya sangat berbeda, KOI mengurus keikutsertaan Indonesia di multi event Internasional dan KONI mengurus olahraga di sektor nasional.

"Kami tadi sudah mendengar pernyataan dar UNM yang mewakili kampus, ada juga dari KONI," ujarnya.

Kedua soal pendanaan olahraga, dimana pihaknya di legislatif mengusulkan mandatory spending atau belanja negara dialokasikan dua persen untuk dana Keolahragaan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved