Perumahan Riballa Bhayangkara Tenggelam
MIRIS! Rumah Warga Perumahan Riballa Bhayangkara Barombong Nyaris Tenggelam, Developer Ogah Perduli
Warga perumahan Riballa Bhayangkara Barombong geram. Rumah mereka tenggelam, pengembang PT Bintang Sukses Mandiri (BSM) ogah peduli.
MIRIS! Rumah Warga Perumahan Riballa Bhayangkara Barombong Nyaris Tenggelam, Developer Ogah Perduli
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Sunguh malang nasib ratusan kepala keluarga di Perumahan Riballa Bhayangkara, Desa Kanjilo, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Pengembang perumahan ini ialah
PT Bintang Sukses Mandiri (BSM).
Hujan yang mengguyur sejak 4 Desember hingga hari ini, Selasa (7/12/2021)
mengakibatkan perumahan Riballa Bhayangkara nyaris tenggelam.
Pantauan tribun-timur.com, warga krasak-krusuk, mereka terpaksa mengungsi di masjid perumahan Riballa Bhayangkara hari ini, Selasa (7/12/2021) sekiranya pukul 06.00 Wita.
Banyak juga yang dievakuasi tim sar ke Kantor Desa Kanjilo yang berjarak kurang dari 1 Kilometer (Km) dari Perumahan Riballa Bhayangkara.
Bagaimana tidak, perumahan ini tak ditimbun dengan baik.
Hunian ini tidak memiliki pembuangan sama sekali.
Air hanya berputar di dalam Perumahan Riballa Bhayangkara.
Parahnya, tak ada pagar pemisah dengan sawah di sekitar perumahan.
Alhasil jika hujan turun terus menerus, air meluas dan Perumahan Riballa Bhayangkara otomatis terendam.
Mirisnya, meski area lain di sekitar sudah surut Perumahan Riballa Bhayangkara masih terendam banjir.
Terlebih jika Bendungan Bili-bili Kabupaten Gowa dibuka, warga Perumahan Riballa Bhayangkara juga menerima kiriman air melimpah.
"Setiap tahun kami diterjang banjir bandang jika musim penghujan terlebih jika bendungan Bili-bili dibuka," kata Andi Ari Jalante salah satu warga perumahan Riballa Bhayangkara pada tribun-timur.com, Selasa (6/12/2021).
Andi Ari pun menyangkan ketidakpedulian pengembang khususnya bos PT Bintang Sukses Mandiri (BSM), Amirullah Abbas.
"Pengembang sama sekali ogah mempedulikan nasib kami. Setelah menjual rumah mereka seolah lari dari tanggung jawab," katanya.
Padahal menurut Andi Ari, di perumahan lainnya yang harga lebih murah dibandingkan Perumahan Riballa Bhayangkara masih diperdulikan pengembang.
"Rumah subsidi saja masih di peduli developer. Ini kita statusnya rumah komersil tapi entah developernya lari ke mana," ucapnya.
Karyawan di salah satu mal di Makassar ini mengaku sudah dievakuasi tim sar
"Takut banjirnya makin parah, jadi menyingkir dulu. Barang-barang di rumah serta mobil terendam parah. Semoga rezeki lebih melimpah lagi agar bisa beli yang baru nanti," katanya.
Ia berharap, pengembang khususnya Amirullah Abbas lebih peka lagi dan perduli bagi warga Perumahan Riballa Bhayangkara.
Pengembang Ogah Perduli
Ketidakpedulian pengembang membuat warga Perumahan Riballa Bhayangkara geram.
Mereka tak menyangka pengembang hanya tau menjual rumah.
Setelah akad kredit di perbankan pengembang seolah lepas tangan.
Padahal, idealnya pengembang sesungguhnya tidak hanya menyediakan rumah bagi warga.
Tapi lebih dari itu, pengembang juga semestinya memperhatikan fasilitas, insfrastruktur agar warga yang tinggal merasa nyaman.
Sayangnya, hingga kini pengembang tak mau memberikan komentar.
Tak hanya itu, tak ada sedikitpun kepedulian bagi warga yang tinggal di perumahnnya.
Akhirnya, warga pun hanya bisa berkoar-koar di group WhatsApp.
Sebanyak 221 peserta dalam hal ini bergabung di group WhatsApp tersebut.
Dua diantaranya adalah karyawan
PT Bintang Sukses Mandiri (BSM).
Bahkan, pemilik perumahan Amirullah Abbas juga mantan Ketua HIPMI Sulsel ini sempat diundang bergabung pada group WhatsApp "Riballa Bhayangkara".
Hanya selang beberapa menit setelah membaca komentar warga yang meminta pertanggung jawabannya, Amirullah Abbas sontak keluar group.
Warga perumahan Riballa Bhayangkara pun kian geram dibuatnya.
"Perumahan Balla Bayangkara, komersil ....mantap. Airnya sdh lewat pinggang ...ngungsi dulu," tulis Puang Ela Petta Manisi.
"Developernya Riballa, kalo sdh laku unitnya kabur mi. Tpi kalo nagih uang kelebihan tanah, sampai kirim2 surat cinta sisa pembayaran," tulis Jalil.
"Sisa tanah yang kurang saja na bilang diusahakan, kita membayar pake uang bukan pake daun lo hehe padahal yg ditagih HAKta sendiri. Karna katanya blum dibayar sepenuhnya sama pihak bank," tulis Ismi.
"berpikir maki itu deplover masa setiap tahun harus banjir. dan nyata2 bilang di brosurx bebas banjir," tulis Saleh.
"Harus nya ini video 2 dan foto di share supaya viral biar lebih cepat penanganan nya.baik itu develepor maupun pem kab.sy liat di berita on line TDK ada muncul," tulis Ucok.
Beberapa dari warga juga sempat mengkonfirmasi langsung ke bapak Amirullah Abbas.
Hanya saja, hingga kini Amirullah Abbas tak memberikan komentar apa-apa. Ia tidak menggubris keluhan warga.
"Padahal kita hanya ingin pertanggungjawaban dari developer agar tak perlu mengalami banjir seperti ini setiap tahun," kata Putri yang juga warga Perumahan Riballa Bhayangkara.
"Minimal perbaiki jalan kami, buatkan tembok pemisah dengan sawah hingga dibuatkan pembuangan agar air. Tolong jangan dzalim pak Amirullah Abbas," tuturnya.
Jurnalis tribun-timur.com pun sempat mengkonfirmasi Amirullah Abbas.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada balasan WhatsApp. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kondisi-perumahan-riballa-bhayangkara.jpg)