Breaking News:

Soroti Tri Rismaharini, Teman Tuli Makassar Sebut Bahasa Isyarat Juga Ciptaan Tuhan

Ia menilai aksi Tri Rismaharini memaksa tunarungu berbicara masuk dalam tindakan diskriminasi.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Waode Nurmin
Foto: Tangkapan layar Instagram pribadi @bambangramadann
Teman tuli Makassar, Bambang Ramadan ikut menyoroti aksi Menteri Sosial, Tri Rismaharini yang memaksa penyandang tunarungu untuk berbicara baru-baru ini.   

TRIBUN-TIMUR.COM- Teman Tuli Makassar, Bambang Ramadan ikut menyoroti aksi Menteri Sosial, Tri Rismaharini yang memaksa penyandang tunarungu untuk berbicara baru-baru ini.  

Aksi Tri Rismaharini terekam kamera dan videonya beredar di media sosial, bahkan trending Topic Twitter.

Tri Rismaharini berdalih paksaan tersebut untuk memaksimalkan ciptaan Tuhan seperti mata, mulut dan telinga.

Menyoroti hal itu, Bambang Ramadan mengungkapkan meski Tuhan menciptakan mata, mulut, dan telinga namun Tuhan juga memberikan Bahasa Isyarat untuk digunakan manusia khususnya bagi para teman tuli.

"Kita memiliki hak berbahasa isyarat verbal visual dan bervariasi yang bisa digunakan oleh teman tuli. Dimana kita nyaman berkomunikasi menggunakan apapun,  mereka (teman tuli) berhak memilih cara berkomunikasi," jelas anggota Gerkatin Sulsel ini kepada Tribun Timur saat dihubungi Jumat (3/12/2021).

Bambang Ramadan juga menuturkan bagi teman tuli untuk berbicara begitu sulit. Terlebih saat akan melakukan wawancara kerja demi masa depan. 

Hal itu sempat dirasakannya saat mencari pekerjaan. Dengan kondisi yang tak bisa berbicara, ia tetap menggunakan bahasa isyarat sebagai alat komunikasi. 

Bambang tak menyerah sampai akhirnya ia mendapat suatu pekerjaan di sebuah coffee shop di Bali yang mau menerima dirinya tanpa memperdulikan keterbatasan yang dimiliki.

"Padahal mereka (teman tuli) berhak pula mendapatkan pekerjaan sama dengan masyarakat pada umumnya," tuturnya.

Bambang Ramadan berharap negara bisa memberikan kesempatan pada tema tuli aksesibilitas bagi juru bahasa isyarat untuk memudahkan pada saat wawancara kerja.

"Harapan kami, tentu semakin mendorong pekerjaan bagi teman tuli untuk dapat berkomunikasi dengan baik pastinya sesuai dengan kenyamanan dalam kehidupan komunikasi," tuturnya.

Dengan adanya Hak Bahasa Isyarat semakin mendorong teman tuli mendapat kesempatan yang sama seperti masyarakat pada umumnya, khususnya dalam dunia pekerjaan.

"Membangun Indonesia negara yang maju tentunya harus memberikan hak bekerja dan berkontribusi yang sama khususnya pula untuk Teman Tuli," jelasnya.

Ia juga menilai aksi Tri Rismaharini memaksa tunarungu berbicara masuk dalam tindakan diskriminasi.

"Sehingga saya meminta untuk stop audism. Demi kesetaraan bagi setiap manusia yang ada di muka bumi," tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved