Calon Wagub Sulsel
Ini Kriteria Calon Wagub Sulsel Ideal Pendamping Andi Sudirman Sulaiman
Termasuk berlatar berlakang aktivis, dan punya pengalaman politik praktis di lapangan, ataupun belatar wakil rakyat.
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Akademisi Universitas Hasanuddin Dr Hasrullah menilai calon pendamping Andi Sudirman Sulaiman sebaik dari figur muda.
Hal itu disampaikan Dr Hasrullah menanggapi wacana calon Wakil Gubernur Sulsel pendamping Andi Sudirman seusai putusan terhadap Nurdin Abdullah.
Hasrullah mengatakan, Andi Sudirman adalah figur pemimpin muda.
Oleh karena itu calon pandampingnya sebaiknya dari kalangan muda pula.
"Saya melihat pak Sudirman ini kan orang muda, sebaiknya yang mendampingi juga orang-orang muda supaya Sulsel makin kencang dalam menyelesaikan tahap masa jabatannya gitu," kata Hasrullah saat dihubungi Tribun Timur Sabtu (4/12/2021).
Tiga partai politik pengusung berpeluang mendudukan kader jadi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan jika kasus hukum Nurdin Abdullah berkekuatan hukum tetap.
Tiga parpol itu antara lain PAN, PKS, dan PDIP.
Hasrullah berharap calon wagub Sulsel adalah orang muda, punya kapasitas.
Baik dari kalangan partai yang memang punya pemikiran yang cemerlang.
Termasuk berlatar berlakang aktivis, dan punya pengalaman politik praktis di lapangan, ataupun belatar wakil rakyat.
"Saya berharap kita ingin, karena kalau umur terlalu jauh dari Sudirman, itu ada secara psikologi politik itu agak ada semacam jarak," ujar Hasrullah.
Jadi, kata Hasrullah, kalau bisa di antara Sudirman Sulaiman ini mempunyai kriteria-kriteria hampir minimal seumur, matang berpolitik, aktivis, orang punya pengalaman segudang organisasi tidak hanya di partai politik tapi termasuk di waktu mahasiswa.
Hasrullah mengatakan, kalau dipimpin oleh seorang aktivis, terutama punya pengalaman di gerakan kemahasiswaan dia bisa tahu tentang pengalaman dalam berorganisasi.
Jadi dia tidak kaget hadapi benturan keras dalam pemerintahan karena sudah terbiasa dia hadapi pada saat dia jadi mahasiswa.
"Kriteria tersebut itu ada di antara tiga partai, PDIP, PKS dan PAN.
Saya berharap partai pengusung ini pilihlah orang-orang muda yang punya prestasi dan politisi dan khususnya adalah organisastor dan aktivis gitu," ujar Hasrullah.
Dengan kehadiran pemimpin muda, kata Hasrullah, dalam akselerasi dengan Gubernur Sudirman itu betul-betul bisa berkolaborasi.
Kalau perlu gambarannya dia adalah mewakili representasi milenial berumur di bawah 50 tahun.
Ia mencontohkan Bung Karno jadi Presiden di umur 44 tahun.
Termasuk Nabi Muhammad diangkat menjadi seornag Rasul berumur 40 tahun.
"Kalau mau bagus karena Nabi Muhammad maupun Soekarno pada era 40-50 umurnya.
Bukan berarti memilih orang yang tidak bagus, tapi track rekornya harus kita ketahui," katanya.
Hasrullah melanjutkan, provinsi Sulsel adalah cerminan provinsi termaju di luar jawa.
Bahkan sudah bisa selevel di Jawa.
Jadi jangan kita memilih orang-orang yang tidak siap, hanya sebatas buru prestise dan jabatan tapi yang kita butuhkan yang bisa bekerja, punya terobosan dan inovasi dalam selesaikan masa jabatan ini.(*)