Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Makassar

PTM PAUD Makassar Dimulai Hari Ini, Anak Usia Dini Di-swab Sebelum Masuk Sekolah 

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dimulai, Kamis (2/11/2021) hari ini.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Suryana Anas
Dinas Pendidikan Makassar
Suasana anak didik PAUD di Makassar saat menjalani simulasi PTM. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dimulai, Kamis (2/11/2021) hari ini.

Sebanyak 114 TK/PAUD yang menjalani simulasi PTM, tersebar di 14 kecamatan di Makassar.

Kecamatan Biringkanaya, Bontoala, Manggala, Mariso, Panakkukang, dan Wajo masing-masing tujuh sekolah.

Tallo sembilan sekolah, Tamalanrea dan Ujung Tanah delapan sekolah, Tamalate sebelas sekolah, 

Rappocini, Ujung Pandang, Makassar masing-masing 10 sekolah, Mamajang enam sekolah.

Sementara kecamatan Sangkarrang sudah diberi izin menjalani PTM untuk semua jenjang sekolah pada Oktober 2021 lalu.

Sekretaris Dinas Pendidikan Makassar Amaliah Malik mengatakan, sekolah yang ditunjuk menjalani PTM telah melalui proses verifikasi dan validasi (verval) Dinas Pendidikan.

Sekolah tersebut dinyatakan layak menjalani PTM karena telah memenuhi 48 indikator daftar periksa sekolah.

"Hari ini dimulai PTM bagi anak usia dini. Ini sudah kita bahas pada rapat sebelumnya hasilnya kita uji cobakan 114 TK dan PAUD se-Makassar," ucapnya, Kamis, (2/11/2021).

Berdasarkan perintah Wali Kota Makassar, PTM PAUD diikuti maksimal 5 siswa.

Hal tersebut untuk mencegah terjadinya kerumunan dan penularan virus Corona di kalangan peserta didik.

"PAUD dan Pendidikan Kesetaraan melakukan 2 kali pertemuan dalam seminggu setiap tingkatan selama 2 jam," ujarnya.

Terpisah, Plt Dinas Kesehatan Makassar dr Nursaidah Sirajuddin mengatakan, sebelum menjalani PTM, anak didik harus diperiksa kesehatannya.

"Tetap kami lakukan dan kita sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan di mana puskesmas tiap kecamatan akan bertindak sebagai tenaga pemeriksa nantinya," jelasnya. 

Kata dia, pemeriksaan akan menggunakan swab antigen sama seperti pada jenjang SD. 

"Kita cari efektifnya. Ini juga juga untuk keselamatan anak anak yang mulai beradaptasi belajar secara tatap muka secara aman," pungkasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved