Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Liga 3 Sulsel

VIDEO: Ricuh, Perssin Sinjai Kejar Wasit Usai Ditahan Imbang Persiban Bantaeng

Pemain Perssin Sinjai tak terima dengan keputusan wasit yang memimpin laga lawan Persiban Bantaeng

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Suryana Anas

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemain Perssin Sinjai tak terima dengan keputusan wasit yang memimpin laga lawan Persiban Bantaeng, Minggu (28/11/2021).

Pertandingan kedua tim ini berlangsung di Lapangan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar (UNM).

Perssin Sinjai dan Persiban Bantaeng bertemu di pertandingan terakhir penyisihan grup C Liga 3 zona Sulawesi Selatan (Sulsel).

Perssin Sinjai menargetkan kemenangan demi menjaga asah lolos ke babak selanjutnya.

Sayang pertandingan berakhir seri dengan skor 2-2.

Persiban Bantaeng sempat unggul lebih dulu di babak pertama 1-0 atas Perssin Sinjai. Di babak kedua, Perssin Sinjai tampil ganas.

Mereka mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Bahkan sempat berbalik unggul 2-1.

Sebelum akhirnya, gol penyama kedudukan 2-2, Persiban Bantaeng tercipta di menit akhir pertandingan.

Gol terakhir ini menjadi awal munculnya kericuhan. Sebab, pemain Perssin Sinjai menganggap bola belum masuk.

Sementara asisten wasit menilai bola telah melewati garis gawang. Wasit utama pun mensahkan gol tersebut.

Asisten wasit sempat dikerumuni oleh pemain Perssin Sinjai untuk protes.

Setelah itu, pertandingan tetap berlanjut sampai pluit akhir dibunyikan.

Setelah pertandingan berakhir, seorang pemain Perssin Sinjai kembali mendatangi wasit untuk protes. 

Dari sini terjadi keributan. Tak lama wasit dikerumuni oleh pemain Perssin Sinjai.

Bahkan wasit dikejar dan diduga terjadi pemukulan.

Menanggapi insiden tersebut, Sekretaris Umum (Sekum) Asprov PSSI Sulsel, Ahmadi Djafri mengatakan akan menunggu laporan pengawasan pertandingan.

"Kita tunggu laporan pengawas pertandingan. Kan ada prosedurnya," katanya melalui sambungan telepon, Minggu (28/11/2021).

Menurut dia, pemain tak boleh menilai itu gol atau tidak. Sebab, ada asisten wasit yang melihat dan bisa menilai.

"Kalau mau jadi pengadil apangan susah juga," ujarnya. 

Ahmadi Djafri menegaskan, jika memang dari laporan pengawas pertandingan terjadi pemukulan, sanksi tegas menanti bagi yang melakukan.

"Pemukulan wasit itu berat. Bisa saja di sanksi seumur hidup tak bisa bergelut di sepak bola," tegasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved