Breaking News:

Opini Tribun Timur

Perang Organda: Bertarung di Tanah Rantau

Kisah lama bersemi kembali. Kalimat ini menggambarkan kondisi perang organda yang seringkali terjadi di Kota Makassar.

Editor: Sudirman
Ratmanda Alumni Antropologi Unhas
Ratmanda Alumni Antropologi Unhas 

Ratmanda

Alumni Antropologi Unhas

Kisah lama bersemi kembali. Kalimat ini menggambarkan kondisi perang organda yang seringkali terjadi di Kota Makassar.

Semenjak menginjakkan kaki di kota daeng untuk berkuliah, perang organda memang seringkali terjadi, bahkan
beragam daerah yang juga melibatkan diri dalam perang.

Mirisnya, dominasi orang yang terlibat adalah mahasiswa. Tulisan ini bukan menyoroti posisi sebagai mahasiswa, tapi akan berfokus pada kedewasaan dalam bertindak oknum yang terlibat.

Baru-baru ini, perbincangan grup whatsapp diramaikan dengan adanya pesan yang diteruskan berkali-kali tentang kewaspadaan beraktivitas di Kota Makassar kepada orang yang berasal dari daerah Kabupaten Palopo dan Bone.

Selain itu, informasi tersebut diiringi gambar korban penganiayaan yang dilakukan oleh orang tak dikenal.

Lalu apakah informasi itu valid? Entahlah, yang pasti pesan tersebut sudah dipercaya, dan kini menimbukkan kegaduhan bagi perantau khusunya dari kedua daerah terlibat konflik.

Perang organda adalah peristiwa yang sangat miris, kadang kala tidak ada rules atau aturan yang berlaku, tak ada tebang pilih, semua bisa jadi korban tanpa melihat latar belakang masalah sehingga mengakibatkan kekacaun yang lebih parah.

Misalnya saja, wacana penyisiran yang akan dilakukan pihak dari bone terhadap kendaraan yang berplat DP, begitupun seba liknya pihak Palopo yang menyisir kendaraan yang berplat DW.

Selain itu, perang organda juga seringkali timbul dari permasalahan individu, kemudian menjadi konflik komunal yang meresahkan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved