Tribun Makassar

Penyerangan OTK di Kampus UIM, BEM Fakultas Pertanian Tegaskan Bukan Konflik Etnis

Kami menghimbau kepada semua mahasiswa yang ada dalam lingkup Fakultas pertanian UIM agar tetap tenang dan tidak terprovokasi.

Penulis: Kasdar Kasau | Editor: Hasriyani Latif
Instagram
Ilustrasi Penyerangan 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Eksekutif Mahahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM) menyatakan bahwa penyerangan yang dilakukan Orang tak dikenal (OTK) bukan konflik etnis.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Majelis Permusyarawatan Mahasiswa (MPM) FP UIM, Muh Berkah Indra W, Minggu (28/11/2021).

"Kami minta agar masyarakat tenang dan tidak menyebar informasi yang tidak benar," ujarnya.

Sebelumnya, penyerangan sekretariat BEM FP UIM oleh OTK mengakibatkan rusaknya fasilitas kampus, Jumat (26/11/2021) lalu.

Selain itu satu mahasiswa Pertanian UIM mengalami luka serius sehingga harus dirawat di rumah sakit.

"Kami Selaku Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) FP UIM yang mewakili semua organisasi internal Fakultas menyatakan sikap," katanya.

Berikut pernyataan sikap Majelis Permusyarawatan Mahasiswa (MPM) FP UIM.

1. Saat ini kami sedang fokus untuk mengawal pengobatan anggota kami yang menjadi korban dan mendorong pihak Universitas dan Kepolisian agar mengusut tuntas kasus penyerangan tersebut.

2. Kami sama sekali tidak tahu-menahu apalagi terlibat mengenai isu bentrokan antar 2 kelompok mahasiswa etnis yang berkembang di daerah Makassar dan sekitarnya saat ini dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang agar juga mengusut masalah tersebut.

3. Kami menghimbau kepada semua mahasiswa yang ada dalam lingkup Fakultas pertanian UIM agar tetap tenang dan tidak terprovokasi atas isu-isu yang beredar dan belum jelas kebenarannya.

"Demikian pernyataan resmi kami selaku Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) FP UIM atas perhatiannya kami haturkan terima kasih," terangnya.

Pernyataan ini dibenarkan oleh Kabag Humas dan Kerjasama UIM dr Wachyudi Muchsin.

Menurutnya, hal ini bukan atas nama kelompok tertentu dan tidak ada kaitannya dengan kampus.

Ia berharap dan meminta agar tidak terjadi kembali.

"Ibu Rektor sampaikan bahwa penyerangan asrama mahasiswa itu tak ada hubungannya dengan kampus," katanya.

Pihak birokrasi UIM berusaha agar situasi kampus kembali normal.

"Kami meminta pihak terkait di luar kampus untuk ikut bersama-sama menciptakan suasana kondusif,” jelasnya.(*)

Laporan Wartawan tribun-timur.com, Kasdar

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved