Breaking News:

Cerita Guru Honorer di Sinjai Patungan Beli Seragam Sekolah untuk Muridnya

Jika tidak membeli seragam, anak-anak di pelosok Sinjai itu tidak sekolah dan memilih ikut orangtuanya bekerja sebagai petani.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Tribun Timur
Guru Madrasah Ibtidaiyah Nuruttaiyebah Leppang di Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, Sinjai memeriksa suhu tubuh murid-muridnya sebelum masuk kelas belum lama ini. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Sebanyak 13 guru Madrasah Ibtidaiyah Nuruttaiyebah Leppang di Sinjai terpaksa patungan membeli seragam sekolah bagi murid yang orangtuanya kurang mampu.

Hal tersebut dilakukan agar muridnya tetap bisa sekolah.

“Semata-mata agar mereka semangat sekolah. Kami guru-guru di sini kumpulkan gaji untuk membeli seragam,” kata Nurfa Nurjannah, Jumat (26/11/2021) lalu.

Jika tidak membeli seragam, anak-anak di pelosok Sinjai itu tidak sekolah dan memilih ikut orangtuanya bekerja sebagai petani.

Tak hanya itu, para guru disana juga patungan membeli perlengkapan sarana dan prasarana sekolah, termasuk peralatan penunjang belajar mengajar.

“Yah, namanya juga operasional hanya dari dana BOS Kementerian Agama yang tak sama sekolah pemerintah negeri, jadi kami harus adakan perlengkapan dari gaji-gaji kami,” ujar guru honorer itu.

Di sekolah ini hanya memiliki tiga guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sisanya guru honor bersertifikasi dan guru suka rela.

Gaji guru honorer dan suka rela diambilkan dari hasil gaji para guru yang berstatus guru ASN dan dana BOS sekolah.

Sekolah itu hanya memiliki kurang lebih 30 murid dari semua tingkatan.(*)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved