Breaking News:

Opini Tribun Timur

Hari Guru

Dalam literatur Islam begitu banyak istilah yang menggambarkan kedudukan dan kemuliaan seorang guru, antara lain, mudarris, mu’allim, mu’addib

Editor: Sudirman
Dr. Ilham Kadir, MA
Dr. Ilham Kadir, MA Guru Pondok Pesantren Modern Darul Falah, Enrekang 

Dr. Ilham Kadir, MA

Guru Pondok Pesantren Modern Darul Falah, Enrekang

Dalam literatur Islam begitu banyak istilah yang menggambarkan kedudukan dan kemuliaan seorang guru, antara lain, mudarris, mu’allim, mu’addib, mursyid, murabbi, muhazzib, hingga muzakki. (Sa’id Isma’il Ali, Ushul Al-Tarbiyah al-Islamiyah, Kairo, 2007).

Saya sendiri lebih memilih mu’addib yang berakar dari kata addaba dengan arti pendidik, selain itu kata addaba akar maknanya adalah memberi adab, dan guru merupakan pemberi adab yang utama.

Adab dalam kehidupan sehari-hari sering diartikan tatakrama, sopan santun, akhlak, dan budi pekerti.

Namun, menurut Prof Hamid Fahmy Zarkasyi, Adab bukan sekadar sopan santun tapi merupakan kombinasi antara iman, ilmu dan amal.

Anak yang beradab umumnya memiliki tingkah laku dan terpuji, (Ilham, Pendidikan Sebagai Ta'dib Menurut Al-Attas, Jatim, 2021; Ilham, Konsep Pendidikan Anregurutta As’ad Al-Bugisi, UIKA, Disertasi 2017).

Istilah ta’dib sebagai terminologi yang relevan dipakai dalam dunia pendidikan pertama kali dicetuskan oleh Al-Attas dalam makalahnya yang berjudul The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education.

Disajikan pada Konperensi Dunia tentang Pendidikan Islam Pertama yang diadakan di Makkah tanggal 31 Maret sampai 8 April 1977, (Al-Attas, The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education, Bandung, 1990).

Bahkan kamus bahasa Arab, al-Mu’jam al-Wasiṯh, istilah mua’ddib tidak berbeda dengan definisi yang dipaparkan Al-Attas.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved