Breaking News:

Covid 19

Betulkah CEO Pfizer Ditangkap FBI dan Vaksin Pfizer Dipakai Lacak Manusia? Cek Fakta

Isu hoaks yang mengandung disinformasi, antara lain hoaks yang menyebar pada 18 November 2021 mengenai CEO Pfizer ditangkap FBI karena penipuan dan

Editor: Edi Sumardi
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Ilustrasi warga disuntik vaksin Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Dalam sepekan terakhir, muncul 16 isu seputar hoaks Covid-19 yang tersebar di media sosial.

Isu hoaks yang mengandung disinformasi, antara lain hoaks yang menyebar pada 18 November 2021 mengenai CEO Pfizer ditangkap FBI karena penipuan dan pemalsuan data vaksin.

Demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi.

"Beberapa contoh hoaks yang perlu kita tangkal bersama," kata Dedy dalam siaran pers, Kamis (25/11/2021).

Kedua, hoaks pada tanggal 19 November 2021 tentang aliansi dokter dunia menyatakan bahwa virus corona varian Delta India tidak ada.

Ketiga, kata Dedy, disinformasi pada tanggal 20 November 2021 yang menyatakan bahwa anggota parlemen Austria meninggal dunia karena vaksin Covid-19.

"Keempat, disinformasi pada tanggal 22 November 2021 mengenai klaim Pfizer digunakan untuk melacak manusia di seluruh dunia," ucapnya.

Lalu, hoaks pada tanggal 24 November 2021 mengenai detox mandi dengan ramuan soda kue, garam epsom, boraks, dan tanah liat bentonit dapat menghilangkan kandungan vaksin Covid-19.

Dedy mengatakan, demikianlah sejumlah hoaks yang masih terus menyebar dan menjadi salah satu kendala penanganan Covid-19 di Indonesia. 

"Seperti Covid-19 terus kita lawan, persebaran harus kita tangkal, bersama-sama kita jaga generasi muda untuk masa depan yang lebih baik terlindungi dari Covid-19 dan tumbuh menjadi generasi yang cerdas dalam menghadapi hoaks dan tantangan dunia ke depan," jelasnya mengatakan.(*)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved