Breaking News:

Wijanna La Patau Matanna Tikka

Temu Akbar Wijanna Puatta La Patau Matanna Tikka Rumuskan Pusat Dokumentasi Warisan Bugis-Makassar

Dari Pusat Dokumentasi Warisan Bugis dan Makassar melahirkan program seperti penggalakan kajian budaya,sosial, sejarah,ilmu pengetahuan berbasis lokal

Editor: AS Kambie
Courtesy: Andi Sapri Pamulu
Suasana Tudang Sipulung Temu Akbar Keturunan Raja Bone XVI La Patau Matanya Tikka di Bone, Senin, 22 November 2021. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Tim perumus akan menindaklanjuti Hasil Pertemuan Akbar Se-Dunia Wijanna Puatta La Patau Matanna Tikka.

Koordinator Tim Perumus, Dr Andi Sapri Pamulu, Rabu (24/11/2021) malam, mengatakan, tim merumus akan bekerja merumuskan kesepakatan dalam pertemuan yang digelar tiga tersebut.

Pertemuan Akbar Se-Dunia Wijanna Puatta La Patau Matanna Tikka Matinroe ri Naga Uleng Raja Bone XVI digelar di Planet Cinema Bone, Jl Dr Wahidin Sudirohusodo Watampone, Bone, Sabtu-Senin, 20-22 November 2021.

“Tim perumus akan bekerja maksimal untuk merumuskan poin-poin kesepakatan yang akan ditindaklanjuti dalam waktu dekat,” tegas Andi Sapri Pamulu.

Anggota Tim Perumus, Dr Mujlis Hadrawi, mengatakan, ide pokok yang diinginkan sebenarnya, salah satunya adalah hadirnya pusat dokumentasi warisan Bugis dan Makassar yang ditempatkan di Watampone.

Sejumlah Panitia Temu Akbar Keturunan Raja Bone XVI La Patau Matanya Tikka di Bone, Minggu-Senin, 21-22 November 2021.
Andi Sapri Pamulu (empat dari kanan) dan Andi Muhammad Akhmar (dua dari kanan) bersama sejumlah Panitia dan Tim Perumus Pertemuan Akbar Keturunan Raja Bone XVI La Patau Matanna Tikka di Bone, Minggu, 21 November 2021. (Courtesy: Andi Sapri Pamulu)

“Pusat Dokumentasi Warisan Bugis dan Makassar mungkin bisa berupa Pusat Galeri atau Museum atau  lainnya yang relevan,” jelas Muhlis Hadrawi yang juga Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unhas.

Materialnya, lanjut Muhlis Hadrawi, bisa berupa naskah dalam berbagai bentuk, digital, fisik, atau codex, yang sekaligus sebagai pusat penyelematan fisik naskah.

“Tempat ini bisa menjadi destinasi kunjungan semua pihak, umum, peneliti, mahasiswa, murid-murid sekolah, dan utamanya sebagai tempat belajar dan meneliti,” jelas anggota Tim Perumus lainnya, Dr Andi Muhammad Akhmar.

Suasana Tudanh Sipulung Temu Akbar Keturunan Raja Bone XVI La Patau Matanya Tikka di Bone, Senin, 22 November 2021.
HAM Amin Syam menyampaikan gagasan dalam Tudang Sipulung Temu Akbar Keturunan Raja Bone XVI La Patau Matanya Tikka di Bone, Senin, 22 November 2021. (Courtesy: Andi Sapri Pamulu)

Dari Pusat Dokumentasi Warisan Bugis dan Makassar, lanjut Andi Muhammad Akhmar, akan banyak hal lain yang perlu diprogramkan terkait dengan penggalakan kajian budaya, sosial, sejarah, ilmu pengetahuan berbasis sumber lokal, dan mengupdatenya sesuai dengan konteks kekinian.

“Dari sinilah kajian tentang La Patau Matanna Tikka serta raja-raja Bone dan Sulsel serta khazanah yang unik dan penting digalakkan dan dilahirkan,” tegas Andi Sapri Pamulu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved