Breaking News:

Sejarah Baru di Era Presiden Jokowi dan Dunia, Terduga Teroris Lolos Masuk Istana Negara, DPR Heran

Badan Intelijen Negara (BIN) membantah kecolongan terkait keberadaan tersangka teroris Jamaah Islamiyah Farid Okbah yang sempat bertemu Presiden

Editor: Edi Sumardi
BPMI SETPRES
Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi 

JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Badan Intelijen Negara ( BIN ) membantah kecolongan terkait keberadaan tersangka teroris Jamaah Islamiyah (JI) Farid Okbah yang sempat bertemu Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) di Istana Negara sebelum tertangkap Densus 88 Polri.

Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto menyebut, BIN selalu melakukan pengamatan terhadap kelompok terorisme di Indonesia.

Dia bilang, pengamatan dilakukan secara berkelanjutan.

"BIN terus melakukan pengamatan terhadap jaringan kelompok teroris dalam rangka deteksi dini. Pengamatan dilakukan secara berkelanjutan melalui proses waktu yang panjang," kata Wawan dalam keterangannya, Selasa (23/11/2021).

Dijelaskan Wawan, langkah tersebut dilakukan dengan bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait seperti TNI-Polri, BNPT, Densus 88, hingga PPATK yang menyangkut pendanaan terorisme.

"Kerja sama ini dilakukan untuk mendapatkan informasi secara komprehensive sebagai upaya deteksi dini dan cegah dini. Oleh karena itu, pada dasarnya tidak ada pihak yang kecolongan terkait pengungkapan jaringan kelompok teroris Farid Okbah Cs ini," ujarnya.

Dalam kaitan ini, kata Wawan, aparat keamanan terus bekerja dengan melengkapi bukti-bukti.

Ia menuturkan laporan intelijen bukan pro justisia.

Menurutnya, penangkapan tersangka teroris dilakukan oleh Densus 88 setelah ada bukti permulaan yang cukup.

Hal itu diperkuat dengan keterangan saksi maupun keterangan ahli sehingga akurat.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved