Breaking News:

Peneliti Puslitbang Kemenag RI Telusuri Naskah-naskah Kuno soal Mitigasi Bencana di Indonesia

Seminar membahas hasil kajian tematik Manuskrip Keagamaan Nusantara: Mitigasi Bencana Perspektif Filologis dan Antropologis Tahun 2021

Editor: Ilham Arsyam
ILHAM ARSYAM/TRIBUN TIMUR
Seminar Hasil Kajian Tematik Manuskrip Keagamaan Nusantara: Mitigasi Bencana Perspektif Filologis dan Antropologis tahun 2021 yang digelar di Makassar pada Kamis, (25/11/2021) 

TRIBUN-TIMUR.COM - Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pendidikan dan Pelatihan Kemenag RI menggelar seminar kajian mitigasi bencana di Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Agama Makassar, Jl AP Pettarani, Kamis (25/11/2021).

Seminar membahas hasil kajian tematik Manuskrip Keagamaan Nusantara: Mitigasi Bencana Perspektif Filologis dan Antropologis Tahun 2021.

Hadir sebagai pemateri sejumlah peneliti dari Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Kemenag RI.

Penelitian ini dilakukan di Sulsel, Sulbar, Bali dan NTB.

Peneliti di Sulselbar yakni Fakhriati, Husnul F Ilyas dan Abdu Karim. Peneliti di NTB yakni Alfan Firmanto, sementara peneliti di Bali yakni Mu'jizah.  

Dalam penelitiannya, Fakhriati menyebut adanya implikasi keterlibatan unsur agamis dan budaya dalam mitigasi bencana di Indonesia khususnya di Sulsel dan Sulbar.

Peneliti dari Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Kemenag RI menyampaikan hasil penelitiannya
Peneliti dari Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Kemenag RI menyampaikan hasil penelitiannya (ILHAM ARSYAM/TRIBUN TIMUR)

"Jika di luar negeri mitigasi bencana itu murni kajian saintifik, tapi di Indonesia unsur agama dan budaya lebih dipercaya masyarakat," katanya.

Diungkapkan bahwa tokoh-tokoh agama di masa lalu sudah membuat naskah-naskah (manuskrip) yang terkait mengurangi risiko dari bencana alam.

"Naskah atau teks keagamaan itulah yang kami telusuri," kata Alfan Firmanto.

Adapun penanggap seminar ini yakni Dr Muhlis Hadrawi M.Hum dan Prof Dr Nurhayati Rahman dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unhas. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved