Breaking News:

Erick Thohir Dicurigai Mau Jadi Capres Pengganti Jokowi, 2 'Wong Cilik' Ini Keluhkan Aksi Viralnya

Aksi Menteri BUMN, Erick Thohir yang meminta toilet di stasiun pengisian bahan bakar umum ( SPBU ) digratiskan viral di media sosial.

Editor: Edi Sumardi
YOUTUBE.COM/CURHAT BANG DENNY SUMARGO
Menteri BUMN, Erick Thohir 

TRIBUN-TIMUR.COM - Aksi Menteri BUMN, Erick Thohir yang meminta toilet di stasiun pengisian bahan bakar umum ( SPBU ) digratiskan viral di media sosial.

Erick Thohir merasa heran karena fasilitas umum yang tersedia untuk masyarakat itu harus dipungut biaya sampai Rp4.000 sekali pakai.

Atas hal itu, dia meminta kepada direksi Pertamina untuk memperbaiki mekanisme tersebut dengan menggratiskan seluruh toilet di semua SPBU Pertamina yang dikelola langsung oleh Pertamina maupun yang bekerja sama dengan swasta.

Terkait hal tersebut Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menilai Erick Thohir sedang memoles citranya menjelang Pemilu tahun 2024 mendatang untuk mencalonkan diri sebagai Presiden RI menggantikan Jokowi ( Joko Widodo ).

"Bagian memoles citra agar Erick terlihat bekerja serius sebagai menteri. Tentu yang diharapkan efek positif dan bisa diperhitungkan masuk nominasi capres 2024. Sejauh ini Erick belum masuk arus utama pembicaraan pencapresan," kata Adi, Selasa (23/11/2021).

Menurut Adi Prayitno, langkah-langkah eks bos klub Inter Milan itu memang bisa menjadi alat untuk mendongrak popularitas, tetapi belum tentu dapat meningkatkan elektabilitas.

Alasannya, Erick Thohir justru mendapat respons negatif dari publik soal videonya di mesin-mesin ATM serta dugaan keterlibatan Erick pada bisnis tes PCR Covid-19.

"Tapi sepertinya Erick tutup mata dengan itu semua, meski kerap dikritik kanan kiri, Erick terlihat cool beraksi," kata dia.

Pernyataan senada juga dilontarkan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai, pernyataan Menteri BUMN, Erick Thohir yang meminta toilet SPBU digratiskan tak lepas dari ancang-ancang Erick Thohir untuk dapat menjadi calon presiden atau calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2024.

"Apa yang dilakukan Erick dengan kebijakan yang populis tidak bisa kita lepaskan dari ambil ancang ancang agenda 2024, karena elektabilitas beliau trennya cukup bagus dan potensial di klaster menteri," kata Pangi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved