Breaking News:

Tribun Wajo

Kronologi Kades di Wajo Dipolisikan Gara-Gara Aniaya Pegawai Puskesmas, Berawal Saat Giat Vaksinasi

Seorang kepala desa di Kecamatan Takkalalla, Kabupaten Wajo dilaporkan ke polisi oleh seorang pegawai Puskesmas Peneki atas kasus penganiayaan.

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Seorang kepala desa di Kecamatan Takkalalla, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, mesti berurusan dengan polisi.

Pasalnya, kades berinisial M itu dilaporkan oleh seorang pegawai Puskesmas Peneki, yang berinisial W, karena melakukan penganiayaan.

Kejadian itu dibenarkan oleh Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah. Menurutnya, peristiwa penganiayaan itu bermula dari keselahpahaman.

"Kejadiannya Senin, 8 November kemarin. Ada kesalahpahaman antara Pak Kades dengan pegawai Puskesmas Peneki," katanya, saat dikonfirmasi tribun-timur.com, Selasa (23/11/2021).

Perkara itu berawal dari rencana giat vaksinasi yang bakal dilakukan M di desanya.

Kebetulan, istri M adalah seorang bidan yang berdinas di Puskesmas Peneki.

"Awalnya istri M, yakni Ibu A minta izin ke Kapus untuk ikut giat vaksin di desa suaminya, dan Kapus izinkan. Lalu, Ibu A sampaikan hal itu ke Ibu W, namun Ibu W bilang harus ada surat tugas, sehingga Ibu A tidak mengikuti giat vaksin di desa suaminya," katanya.

Alhasil, M naik pitam mengetahui alasan istrinya tidak mengikuti giat vaksinasi Covid-19 di desanya

Lalu mendatangi W, yang disebut sebagai biang kerok istrinya tak datang pada giat vaksinasi tersebut.

"Pak Kades langsung mendatangi Ibu W dengan marah-marah di Puskesmas Peneki, lalu melemparkan kertas ke wajah Ibu W," sambung Islam.

Merasa dianiaya, W pun melaporkan peristiwa itu ke Polres Wajo.

Mantan Wakapolres Minahasa Selatan itu menyebutkan, kasus tersebut sementara dalam tahap lidik di Unit I Satreskrim Polres Wajo.

Kepala desa dan pegawai Puskesmas Peneki tersebut telah dimintai keterangannya oleh polisi.

Islam berharap, peristiwa yang dipicu oleh kesalahpahaman itu bisa berakhir dalam jalur mediasi.

"Semoga semua tenang dan damai, sehingga tidak menganggu program vaksinasi. Semoga semua pihak bisa tahan diri, pihak pelapor mau memaafkan dan pihak terlapor menyadari kesalahan," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved