Breaking News:

Opini Tribun Timur

Kampanye Pilkades di Media Penyiaran

Pemilihan Kepala desa atau biasa disebut Pilkades merupakan salah 1 (satu) bentuk pesta demokrasi rakyat di tingkat desa yang diselenggarakan

Editor: Sudirman
Ist
Tokoh muda Muhammadiyah Sulawesi Barat, Firdaus Abdullah 

Sebagai sarana paling efektif dan efisien bagi pemerintah, penyelenggara pilkades, ataupun kandidat pilkades.

Nuning Rodiyah Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (2020), mengungkapkan ada 4 (empat) keuntungan dalam jika menjadikan media penyiaran medium utama pilkada di masa pandemi covid-19.

Pertama, informasi bisa diterima dengan cepat dan tepat, yang berbeda dengan media konvensional lainnya.

Kedua, informasi bisa diterima dengan utuh, berimbang, dan adil oleh seluruh masyarakat.

Ketiga, daya jangkau kepemersaan yang luas sehingga memudahkan penyelenggara dan peserta pilkada menyampaikan informasi dan gagasan.

Dan keempat, media penyiaran selalu diawasi dengan intensitas 24 jam/perhari secara menyeluruh, integral, masif, dan secara langsung mengikutkan masyarakat didalamnya.

Sama halnya Pilkada, Pilkades pun membutuhkan media penyiaran sebagai alternatif sarana untuk sosialisasi dan kampanye, apalagi saat ini masih suasana covid-19 yang tentunya masyarakat dianjurkan untuk menerapkan protokol kesehatan ; memakai masker, mencuci tangan hingga menghindari kerumunan.

Sebab Pilkades sarat potensi kerumunan, terutamaa saat masa kampenye kandidat atau sosialisasi pemerintah atau penyelenggara pilkades.

Jika merujuk sejumlah peraturan, ketentuaan mengenai kampanye dan sosialisasi pilkades di media penyiaran masih terbilang belum dapat beradaptasi.

Sebab baru sebatas memperhatikan protokol kesehatan bahkan dalam Permendagri No 72 Tahun 2020 tentang perubahan kedua atas permendagri no 112 tahun 2014.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved