Breaking News:

PLN

PLN UPDK Kendari Manfaatkan Limbah Pertanian untuk Bahan Bakar PLTU

PLN UPDK Kendari melalui LTU Nii Tanasa berdayakan bio massa dari cangkang sawit sebagai bahan bakar alternatif Co-firing.

Editor: Suryana Anas
Dok PLN
PLN UPDK Kendari melalui unit pembangkit yang dikelolanya yakni PLTU Nii Tanasa berdayakan bio massa dari cangkang sawit sebagai bahan bakar alternatif Co-firing. 

TRIBUN-TIMUR.CO, KENDARI - PLN UPDK Kendari melalui unit pembangkit yang dikelolanya yakni PLTU Nii Tanasa berdayakan bio massa dari cangkang sawit sebagai bahan bakar alternatif Co-firing.

Co-firing adalah proses penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial atau bahan campuran batu bara di PLTU.

Biomassa dapat berasal dari berbagai limbah pertanian, industri pengolahan kayu, hingga limbah rumah tangga serta tanaman energi yang ditanam pada lahan kering atau dibudidayakan pada kawasan Hutan Tanaman Energi, misalnya pohon kaliandra, gamal, dan juga lamtoro.

Lebih dari dua pekan sejak dicanangkannya Co-firing PLTU Nii-Tanasa (2 x 10 MW) secara komersial, PLN sudah mengoperasikan PLTU Nii-Tanasa dengan mode Co-firing 5% biomass cangkang sawit pada bahan bakar utama batubara.

Bahkan saat ini lanjut Rusli Sain, PLN UPDK Kendari melalui PLTU Nii Tanasa telah memanfaatkan bio massa dari cangkang sawit yang disuplai dari Kabupaten Konawe dan Konawe Selatan.

Dengan perkiraan pemakaian pada tahap awal sekitar 6.664 ton cangkang sawit dalam satu tahun ke depan.

Hal tersebut disampaikan oleh Manajer PLN UPDK Kendari, Ir. Muhammad Rusli Sain.S.T., M.Si., IPM., saat memberikan sambutan dalam kegiatan Go Live Komersial co-firing PLN UPDK Kendari, PLTU Nii Tanasa 2×10 MW, di kantor PT. PLN (Persero) Area Kota Kendari.

“PLN akan terus mendorong dan meningkatkan keberlangsungan program co-firing yang akan kita implementasikan ke PLTU Nii Tanasa. Proses co-firing dilakukan tanpa menambah biaya ataupun membangun pembangkit EBT (biomassa) baru, sehingga lebih kompetitif.

Selain itu sebagai langkah nyata untuk mengurangi kadar emisi dan meningkatkan pemanfaatan bahan baku baru dan terbarukan,” ungkap Rusli Sain.

“Di tahun-tahun mendatang kita akan terus kembangkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan selain cangkang sawit, yang memiliki potensi dan bisa dibudidayakan di bumi anoa, seperti pemanfaatan pohon kaliandra, gamal, dan lamtoro di wilayah kepulauan,” tambahnya.

Program co-firing pada PLTU juga membantu PLN dalam mengurangi konsumsi batu bara sehingga bisa menekan emisi karbon, di samping meningkatkan bauran energi baru terbarukan.

“Ikhtiar ini sebagai bukti keseriusan PLN mendukung program pemerintah dalam mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yang ditargetkan di angka 23 persen pada 2025 mendatang,” tutupnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved