Breaking News:

Tribun Makassar

Meski Ditolak Buruh, Dewan Pengupahan Makassar Sepakat Kenaikan UMK Rp39 Ribu

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Makassar, Nielma Palamba, Selasa (23/11/2021).

Penulis: Siti Aminah | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
Rapat Penentuan UMK Makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Upah Minimun Kota (UMK) Makassar hanya naik 1,9 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Makassar, Nielma Palamba, Selasa (23/11/2021).

Nielma menjelaskan, kenaikan upah 1,9 persen di Makassar berpedoman pada Peraturan Pemerintah (PP) 36 tahun 2021 terkait pengupahan.

Ada beberapa indikator penetapannya, antara lain pertumbuhan ekonomi kota, inflasi, rerata perkapita, rerata anggota rumah tangga hingga rerata jumlah anggota keluarga yang bekerja.

Selain itu, ada juga survei kelayakan hidup masyarakat yang dilakukan di lima pasar tradisional.

"Kami tidak menetapkan serta merta tapi kita punya regulasi, formula. Ada data dari BPS," ucap Nielma Palamba, Selasa (23/11/2021).

Jika dirupiahkan, terjadi kenaikan sebesar Rp39.559. 

Kata Nielma, itu sudah di tengah-tengah nilai ambang batas maksimal dan minimal upah pekerja.

 "Kalau dibandingkan dengan daerah lain, seperti Pangkep itu tidak naik. Provinsi juga tidak naik. Hanya Makassar yang naik," ungkapnya.

Nielma mengaku, rapat penetapan upah memang acapkali diwarnai perdebatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved