Breaking News:

Tribun Wajo

Nasib Honorer K2 Wajo, Dinyatakan Lulus Tapi Tak Dapat NIP, Polres Wajo Terima Aduan Dugaan Pungli

Sejauh ini, sudah ada 5 saksi yang telah diperiksa. Islam menyebutkan, minimal ada 3 saksi lainnya yang bakal diperiksa sebelum gelar perkara

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH
Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Kasus dugaan pungutan liar (pungli) pada penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) kategori II (K2) 2013, terus berproses di Polres Wajo.

Sejak kasus tersebut diadukan ke Polres Wajo pada Juli 2021 lalu, sejauh ini belum ada progres perkembangan kasus yang diduga menyeret sejumlah nama pejabat di lingkup Pemkab Wajo.

Olehnya, aktivis Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB), Syaifullah yang mengadukan kasus dugaan pungli ke Polres Wajo meminta agar polisi serius mengusut hal itu.

"Teman-teman Honorer K2 sudah cukup bersabar, segala upaya sudah mereka tempuh. Kami harap polisi benar-benar serius mengusut hal ini," kata Syaifullah, kepada tribun-timur.com, Senin (22/11/2021).

Meski telah berproses hukum, Syaifullah juga meminta keseriusan Pemkab Wajo untuk menfasilitasi 122 honorer K2 yang dinyatakan lulus CPNS 2021 agar mendapatkan nomor induk kepegawaian (NIP).

"Diketahui, Bupati Wajo, Amran Mahmud pernah berkomitmen dan berjanji untuk menyelesaikan kasus Honorer K2 sampai di BKN Pusat. Namun hingga hari ini janji hanya tinggal janji, komitmen tersebut di nilai hanya omongan belaka," katanya.

Dugaan pungli itu mencuat pasca para honorer K2 itu dinyatakan lulus pada 2014. Namun, saat itu ada oknum yang meminta sejumlah uang tunai sebesar Rp1.000.000 agar surat pertanggungjawaban mutlak (SPTJM) bisa diteken.

Sudah 8 tahun para guru honorer tersebut menunggu kejelasan nasib, tapi hingga hari ini mereka tetap terkatung-katung tanpa kejelasan.

"Tentu kita merasa prihatin dengan kondisi honorer K2 yang tidak jelas statusnya, terbelenggu dengan sistem. Bupati Wajo seharusnya menjadi patron untuk masalah ini tapi terkesan menghindar dan tidak mampu membuktikan ucapannya," katanya.

Sementara itu, Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah menyebutkan, pihaknya masih terus melakukan pengumpulan informasi terkait dugaan pungli penerimaan CPNS 2013 lalu itu.

"Masih berproses, masih ada saksi di Makassar yang harus diperiksa," katanya.

Sejauh ini, sudah ada 5 saksi yang telah diperiksa. Islam menyebutkan, minimal ada 3 saksi lainnya yang bakal diperiksa sebelum dilakukan gelar perkara.

"Minimal 3 saksi lagi, baru naik lidik. Kemudian naik sidik. Tergantung hasil gelar perkara," katanya.

Mantan Wakapolres Minahasa Selatan itu menargetkan, akhir 2021 ini sudah ada kejelasan status dari perkara tersebut.

"Semoga akhir tahun sudah bisa ditentukan statusnya," katanya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved