Breaking News:

Tribun Makassar

Besok, Sejumlah Buruh Lakukan Aksi Demonstrasi di Kantor Gubernur Sulsel & Dinas Tenaga Kerja

Aksi akan digelar di dua titik, yakni di depan Kantor Gubernur Sulsel dan depan kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Makassar.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/SANOVRA JR
Buruh menggelar aksi 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Asosiasi Buruh Kota Makassar berencana melakukan aksi mogok kerja mengawal penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Makassar.

Aksi akan digelar di dua titik, yakni di depan Kantor Gubernur Sulsel dan depan kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Makassar.

Anggota Lembaga Kerjasama (LKS) Tripartit perwakilan serikat pekerja atau buruh Makassar, Andi Kurniawan mengatakan, besok akan ada rapat penentuan UMK Makassar di Kantor Dinas Tenaga Kerja.

Karena itu serikat buruh yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Rakyat akan melayangkan protesnya. 

"Kami akan melakukan aksi mogok serentak, pra kondisi besok mengawal penetapan UMK Makassar  di dinas tenaga kerja, nanti tanggal 5-7 Desember kami mogok nasional," ujarnya.

Kurniawan menilai, regulasi penetapan UMP PP no 36 tahun 2021 tidak layak jadi acuan penetapan UMP sebab UU Cipta Kerja belum jelas.

"Kami menolak penetapan upah berdasarkan formulasi PP 36 tahun 2021 karena mendegradasi UU di atasnya, harusnya mengacu pada pertumbuhan ekonomi dan inflasi nasional, kenapa tiba-tiba dibuatkan regulasi yang justru menabrak UU diatasnya, padahal ini sudah sangat merugikan kita," tegasnya.

Harapannya, UMK tahun ini bisa mensejahterakan rakyat dengan kenaikan mencapai 10 persen, atau paling tidak berdasarkan pertumbuhan ekonomi Makassar 7,5 persen.

"Kasian tenaga kerja dengan penetapan formasi PP 36," ujarnya.

Dewan Pengupahan Makassar perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia, Muammar Muhayyang mengatakan, untuk UMK Makassar akan mengikut aturan pemerintah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved