Breaking News:

Catatan Hari Guru 2021

Adakah yang Lebih Horor dari Nasib Honorer?

Tertulis dalam Undang-undang Dasar (UUD) 1945, salah satu cita-cita mulia Negara yang perlu diperhatikan dengan baik adalah mencerdaskan kehidupan

Editor: Sudirman
Adakah yang Lebih Horor dari Nasib Honorer?
Muhsin El Shaarawy
Muhsin El Shaarawy Ketua Forum Lingkar Pena Ranting Unismuh Makassar

Acara peringatan Hari Guru semoga bukan sekadar agenda ceremonial belaka, melainkan dijadikan ajang refleksi penerapan sistem belajar mengajar guru-guru dalam mendidik anak bangsa.

Begitupun dengan pemerintah, merefleksi tingkat kesejahteraan tenaga pendidiknya.

Masih begitu banyak guru honorer yang telah memasuki usia senja dan butuh perhatian khusus dari ujung Sabang sampai Marauke.

Setelah pada periode pertama Presiden Joko Widodo tidak membuka pendaftaran PNS, barulah pada periode kali ini membuka peluang para honorer untuk mejadi PNS.

Didampingi oleh sosok ulama kondang, K. H. Ma’ruf Amin, masyarakat Indonesia menaruh harapan lebih pada diri orang nomor satu Indonesia Joko Widodo.

Tidak ada yang lebih horor dari honorer. Horor yang dimaksud adalah nasibnya yang malang.

Seperti yang dialami oleh Kasim seoarang guru di Bantaeng. Mengabdi sebagai guru sejak 1999 silam, sampai saat ini masih belum berubah status menjadi PNS.

Pernah pada 2008 lalu namanya lolos seleksi CPNS, sebelum ditempel dia dimintai uang pelicin.

Namun, karena Kasim seorang idealis, dia menolak karena tidak mau anak istrinya makan uang haram.

Setelah keluar pengumuman, nama Kasim telah diganti orang lain yang telah membayar uang pelicin. Sementara untuk menghidupi istri dan tiga orang anak tidak cukup dengan gaji triwulan yang didapatnya dari sekolah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved