Breaking News:

Kesehatan

Peneliti: Inilah Efek Samping Jika Terlalu Sering Begadang, Bisa Picu Penyakit Mematikan

Namun tahukah Anda bahwa kurang tidur juga dapat memiliki konsekuensi besar pada kesehatan fisik?

Editor: Muh. Irham
Kompas.com
Ilustrasi tidur (Ridofranz) 

TRIBUN-TIMUR.COM - Banyak efek samping akibat kualitas tidur yang buruk, misalnya mudah marah atau kurangnya produktivitas.

Namun tahukah Anda bahwa kurang tidur juga dapat memiliki konsekuensi besar pada kesehatan fisik?

Dilansir dari laman NHS, Kamis (5/8/2021), satu dari tiga orang ditemukan menderita kurang tidur.

Tidur yang tidak optimal meningkatkan risiko penyakit yang serius, termasuk obesitas, penyakit jantung koroner, dan diabetes.

Para peneliti mengungkapan, ada waktu di mana tidur malam bisa menurunkan risiko penyakit jantung.

Mereka meyakini, bahwa pukul 22.00 hingga 22.59 malam adalah waktu tidur yang bisa menyehatkan jantung.

Menurut laporan yang diterbitkan di European Heart Journal tahun 2021 pada dari lebih dari 88.000 orang dewasa menemukan, bahwa risiko terkena penyakit jantung sebanyak 12 persen lebih besar di antara mereka yang tidur dari pukul 23.00-23.59 malam.

Sedangkan risiko penyakit kardiovaskular meningkat sebanyak 25 persen pada orang-orang yang tertidur di tengah malam atau lebih.

"Tubuh memiliki jam internal 24 jam, yang disebut ritme sirkadian, yang membantu mengatur fungsi fisik dan mental," ujar ahli saraf sekaligus penulis studi, David Plans seperti dilansir dari NBC News, Selasa (9/11/2021).

"Meskipun kami tidak dapat menyimpulkan penyebab dari penelitian kami, hasilnya menunjukkan bahwa waktu tidur lebih awal atau lebih lambat mungkin lebih mengganggu jam di tubuh, dengan efek buruk bagi kesehatan jantung," lanjutnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved