Breaking News:

Tribun Makassar

UMP Sulsel Tak Naik, PLT Gubernur: Harusnya Turun Tapi Kita Pertahankan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan resmi mengumumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
Pengumuman UMP Sulsel 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan resmi mengumumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022.

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, UMP Sulsel tidak mengalami kenaikan.

Hal itu berdasarkan arahan dari Kementerian Kesehatan.

Dimana pemerintah memutuskan kenaikan UMP tahun 2022 hanya sebesar 1,09 persen.

Penetapan UMP tahun 2022 tersebut mengacu Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Kemudian diturunkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

"Dari hasil kesimpulan dan PP 36 tahun 2021 bahwa kita tetapkan UMP Rp3.165.876," ucap Andi Sudirman Sulaiman di Rujab Gubernur Jl Sungai Tangka, Jumat (19/11/2021)

Sudirman mengatakan, alasannya tidak menaikkan UMP sangat kuat.

Sesuai formula yang tertuang dalam PP 36 tahun 2021 UMP seharusnya ada di angka Rp3,056 (juta), hanya saja ia kukuh untuk mempertahankan UMP Rp3.165.876

"Sudah ada kenaikan 3,6 persen kalau kita gunakan formula PP 36 2021," ujarnya.

Sebenarnya UMP harus turun, namun Pemprov Sulsel tetap bertahan tidak turun.

"Itu kita tetapkan tetap pada posisi itu (UMP lama) jelasnya.

Bahkan, Sulsel masuk peringkat empat terbesar yang UMPnya tinggi.

Sudirman menegaskan, pihaknya sudah mempertimbangkan masukan dari Dewan Pengupahan, dan juga dari Serikat Buruh Sulawesi Selatan. 

Diketahui, Plt Gubernur Sulsel melalukan rapat dengan Dewan Pengupahan dan Serikat Buruh di Rujab Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka. (*)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved