Breaking News:

Mengenal Kitab Assikalabineng, Panduan Hubungan Seksual Versi Bugis-Makassar

Assikalabineng adalah kitab tentang persetubuhan versi Bugis-Makassar dari yang paling dasar

Editor: Muh. Irham
int
Ilustrasi hubungan seksual 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tak banyak buku kekinian yang membahas secara detail tentang kehidupan seksual manusia. Namun di manuskrip-manuskrip kuno, pembahasan mengenai kehidupan seksual dibahas secara tuntas.

Salah satu buku yang membahas masalah itu adalah Assikalabineng. Ini adalah kitab tentang persetubuhan versi Bugis-Makassar dari yang paling dasar hingga pemaparan tentang hubungan seksual suami istri secara detail.

Salah seorang filolog asal Makassar, Muhlis Hadrawi sangat telaten mengumpulkan manuskrip kerajaan dan catatan dari lontara Bugis-Makassar demi menemukan bagaimana seksualitas dipahami orang-orang terdahulu.

Bukunya tentang Assikalaibineng, Kitab Persetubuhan Bugis merupakan buah penelitian tesisnya di Universitas Indonesia (UI).

Muhlis mengungkapkan jika seksualitas adalah salah satu bagian yang paling penting dalam kehidupan manusia.

Menurutnya, seks merupakan kebutuhan mendasar manusia. Kisah-kisah Islam menyebutkan bahwa Nabi Adam sebagai manusia pertama rupanya memiliki kebutuhan selain makan dan minum dan kehadiran hawa mengubah hidupnya menjadi bahagia, dan puas.

Kisah tersebut tidak hanya didapatkan dalam kepercayaan Islam, tapi juga terkandung dalam kitab I Lagaligo (kitab masyarakat Bugis).

Dalam perkembangannya seks bukanlah sekedar urusan biologis tapi berkelindan dengan elemen lain seperti spiritualitas dan sistem sosial yang bersumber dari agama dan budaya.

Buku Assikalabineng memberikan nuasa Islam yang sangat kental. Buku ini ditulis dalam bahasa Bugis dan menggunakan huruf Lontara.

Ketika memasuki bagian penjelasannya, kita lalu disuguhkan pengalaman spiritual dalam konteks Islam yang lebih dominan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved