Breaking News:

Tribun Makassar

UMP Tak Naik, Buruh di Sulsel Bakal Lakukan Aksi Demo Besar-besaran di Kantor Gubernur Sulsel

Salim menganggap, UMP yang tidak mengalami kenaikan adalah bentuk tetidakpedulian pemerintah terhadap kaum buruh.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Saldy Irawan
(dok.pribadi)
Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional (SPN) Provinsi Sulsel, Salim SH (baju biru depan). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tidak adanya kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulawesi Selatan tahun ini, dikecam serikat buruh atau pekerja.

Seperti disuarakan Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional (SPN) Provinsi Sulsel, Salim SH.

Salim menganggap, UMP yang tidak mengalami kenaikan adalah bentuk tetidakpedulian pemerintah terhadap kaum buruh.

"Kebijakan UMP tidak naik itu, sangat jahat sekali," kata Salim yang juga Wakil Ketua Perda Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Sulsel dikonfirmasi tribun via WhatsApp, Kamis (18/11/2021) malam.

Alasannya lanjut Salim, UMP Sulsel di kisaran Rp 3,1-3,2 Juta per bulan masih jauh dari kata cukup jika melihat kebutuhan para pekerja khususnya buruh.

"Karena kalau kita melihat angka UMP Rp 3,1 juta itu kan, orang bilang tinggi kalau dibandingkan dengan orang miskin. Tapi kalau melihat kebutuhan pekerja khususnya buruh, itu sangat jauh dari kata cukup," ujarnya.

Ia pun mempertanyakan sikap pemerintah yang selalu menjanjikan kesejahteraan para buruh.

"Pemerintah kita sekarang terlalu jahat terhadap rakyat kecil. Katanya mau mensejahterakan, tapi persoalan mendasar seperti upah, itu selalu ditekan serendah-rendahnya," ucap Salim.

Pihaknya pun berencana akan merespon ketidaknaikan UMP itu dengan aksi mogok kerja massal.

"Kemarin kan sudah konferensi pers untuk mogok kerja nasional, dan tentunya itu akan kami lakukan untuk melawan kebijakan upah murah ini," tegasnya.

Pihaknya pun berencana akan menggelar aksi unjuk rasa prakondisi di akhir November ini.

Unjuk rasa itu kata dia bakal berlangsung di beberapa kantor pemerintahan, khususnya kantor Gubernur Sulsel.

"Akhir November ini kami akan melakukan aksi prakondisi sambil menuju mogok nasional di awal Desember nanti," ucapnya.

Buruh atau pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Sulsel, sebanyak 5000 orang.

Khusus di Kota Makassar, kisarannya kata Salim sebanyak 1000 orang.(*)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved