Breaking News:

Tribun Wajo

Hingga November, 675 Anak di Bawah Umur di Wajo Bermohon Nikah Muda

Tingginya angka pernikahan anak di bawah umur menjadi masalah serius di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Sudirman
supardi
Pemerintah Kecamatan Tempe bersama Dinsos P2KBP3A Wajo, melakukan sosialisasi pencegahan perkawinan anak usia dini di Ruang Rapat Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Kamis (18/11/2021). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Tingginya angka pernikahan anak di bawah umur menjadi masalah serius di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P2KBP3A) Kabupaten Wajo mencatat, angka pernikahan anak meningkat pada 2021 ini ketimbang 2020 lalu.

Pada 2020 lalu, tercatat ada 576 anak di bawah umur yang meminta rekomendasi untuk menikah.

Hingga pertengahan November 2021 sudah tercatat ada 675 anak di bawah umur yang meminta rekomendasi menikah.

Kasus pernikahan anak di bawah umur paling banyak ditemukan di Kecamatan Tempe sebanyak 82 orang.

Pemerintah Kecamatan Tempe bersama Dinsos P2KBP3A Wajo giat melakukan sosialisasi pencegahan perkawinan anak usia dini.

Sosialisasi melibatkan imam kelurahan dan lingkungan, ketua RW dan ketua RT, pengurus LPMK serta tokoh masyarakat, digelar di Ruang Rapat Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Kamis (18/11/2021).

"Angka 82 orang itu adalah yang meminta rekomendasi untuk menikah, karena masih di bawah umur," kata Camat Tempe, Supardi.

Menurutnya, angka itu selaras dengan kepadatan jumlah penduduk yang ada di Kecamatan Tempe yang merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak di Kabupaten Wajo.

"Banyak secara angka tapi kalau persentase jumlah penduduk termasuk kecil. Jumlah penduduk di Tempe itu 66.641 jiwa," katanya

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved