Breaking News:

Unismuh

Tim Peneliti Unismuh: Pengelolaan Hutan Mangrove Tongke-tongke Perlu Dibuatkan Perda

Tim Peneliti Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mekomendasikan pembuatan Perda pengelolaan Hutan Mangrove Tongke-tongke, Kabupaten Sinjai.

Editor: Suryana Anas
Rilis Unismuh
Salah satu Tim Peneliti Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar di Hutan Mangrove Tongke-tongke, Kabupaten Sinjai. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Peneliti Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mekomendasikan pembuatan Perda pengelolaan Hutan Mangrove Tongke-tongke, Kabupaten Sinjai.

Salah satu peneliti Unismuh Dr Abdul Haris Sambu dalam rilis yang diterima Tribun, Rabu (17/11/2021) mengatakan merinci kegiatannya selama tiga tahun melakukan penelitian.

Tahun pertama, menganalisa karakteristik ekologi  hutan mangrove Tongke- tongke, di antaranya plora dan pauna, kualitas tanah dan air serta kondisi perairan ( pasang surut).

Tahun kedua, menganalisa ekonomi masyarakat pesisir diantaranya hasil tambak dan nelayan, hasil penangkapan pesisir serta nilai valuasi ekonomi mangrove. 

Tahun ketiga, menganalisa sosial ekonomi dari kegiatan pariwisata dan pendidikan diantaranya, menganalisa hasil penjualan karcis dari kunjungan (orang dan kendaraan), menganalisa hasil penjualan kuliner dan souvenir serta menganalisa nilai valuasi ekonomi untuk kegiatan pendidikan.

Selama tiga tahun melakukan penelitian, Haris Sambu melihat ada potensi ekonomi yang luar biasa  bisa diperoleh masyarakat setempat.

"Karena kawasan hutan mangrove ini sudah dikelola dengan baik serta adanya partisipasi  masyarakat setempat dalam bersama-sama menjaga hutan mangrove ini," ujarnya dalam rilis.

Sudah ada pengakuan dari Haji Tayeb salah seorang dari pengelola hutan mangrove Tongke-tongke kalau masyarakat Tongke-tongke sudah merasakan dampaknya bisa menjual berbagai macam souvenir dan kuliner lokal di  kedai mereka masing- masing pada sekitar kawasan pusat restorasi dan pembelajaran hutan mangrove Tongke-tongke.

Peneliti berharap untuk kegiatan penelitian selanjutnya pengelolaan mangrove sudah berbasis konservasi dengan membagi tiga zona,  pertama, zona pemanfaatan 60 persen dari  luas kawasan hutan mangrove. Zona ini  diperuntukkan untuk aktivitas penangkapan dan seluruh aktivitas perekonomian lainnya.

Kedua, zona penyanggah adalah 20 persen dari luas kawasan. Zona ini dapat dilakukan penangkapan apabila zona pemanfaatan mengalami over fishing dengan catatan zona penyanggah dibatasi waktu dan kuota.

Serta ketiga zona inti 10 persen dari luas kawasan hutan mangrove.

Zona ini sama sekali tidak diperkenankan adanya aktifitas dengan tujuan apapun karena zona ini sebagai tempat reproduksi, tempat pembesaran, tempat mencari makan dan tempat perlindungan biota pauna.

Adapun tim Peniliti Unismuh khusus hutan mengrove yakni Dr Abdul Haris Sambu, S.Pi, M.Si ( Ketua),  Dr Irma Sribianti, S.Hut, MP dan Dr Muhammad Yunus Ali, ST, MT masing- masing anggota. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved