Breaking News:

Politani Pangkep

Politani Pangkep Kembangkan Teknologi Smart Farming pada UKM Peternakan Ayam

Politani Pangkep mengembangkan teknologi smart farming dengan sistem pemberian pakan, minum, suhu dan kelembaban dikontrol secara otomatis

Editor: Suryana Anas
Rilis Politani Pangkep
Politani Pangkep mengembangkan teknologi smart farming dengan sistem pemberian pakan, minum, suhu dan kelembaban dikontrol secara otomatis dan dapat pantau melalui mobile phone. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP - Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (PPNP) mengembangkan teknologi smart farming dengan sistem pemberian pakan, minum, suhu dan kelembaban dikontrol secara otomatis dan dapat pantau melalui mobile phone.

Penerapan Teknologi Smart Farming tersebut dilakukan tim Politani Pangkep pada Usaha Kecil Menengah (UKM) peternakan ayam kampung yakni UKM Dinar Desa Moncongloe Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros sejak bulan September hingga November 2021.

Program ini dilangsungkan tim Dosen Politani Pangkep melalui program Desiminasi Teknologi Ke Masyarakat (DPTM) tahun 2021 yang didanai oleh Badan Riset Nasional Kemdikbud Ristek.

Dalam rilis ke Tribun-Timur.com, Rabu (17/11/2021), Ketua Pelaksana Program DPTM Politani Pangkep Ilyas menjelaskan smart farming ini sangat membantu masyarakat peternak dalam mengontrol pemberian pakan dan minuman.

“Tidak hanya itu, juga dapat mengontrol suhu dan kelembaban secara otomatis. Semua berbasis Internet of Thinking (IoT), sehingga peternak bisa tidak ke kandang dalam satu hari atau dapat mengontrol kandang melalaui smart phone,” kata Ilyas.

Dengan teknologi ini, lanjut Ilyas, masalah yang dialami mitra peternak dapat terselesaikan. Pasalnya, selama ini mereka kerap menghadapi masalah keterlambatan dalam pemberian pakan dan minum serta suhu kandang. “Kini semua dapat dikontrol dengan baik,” jelas Ilyas.

Mitra yang bekerjasama dalam kegiatan Desiminasi Teknologi ke Masyarakat Politani Pangkep ini adalah UKM yang merupakan peternak indukan dan produksi bibit anak ayam kampung super.

Sistem Konvensional

Mitra kegiatan Politani Pangkep dalam produksi ayam kampung super masih menggunakan kandang konvensional. Belum menggunakan sistem secara otomatis.

Sehingga dalam pemberian makanan dan minuman, sering tidak terkontrol. “Tak jarang sering
terlambat dalam pemberian pakan, sehingga ternak terkadang kanibal dengan memakan sesamanya,” kata Ketua UKM Panaungi.

Sulitnya mengontrol suhu dan kelembaban kandang yang menyebabkan rentannya ternak terkena penyakit. Dan ketika sudah kena penyakit, tentu berisiko kematian bagi ternak meraka.

Menurut ketua UKM Panaungi, dengan adanya kegiatan ini produksi meningkat sekitar 20 persen. Hal ini dikarenakan kurangnya atau hamper tidak ada ternak yang mati.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya program Diseminasi Teknologi Smart Farming yang dilaksanakan oleh Politeknik Pertanian Negeri Pangkep ini,” ujarnya.

Harapan sebagai mitra, jelas Panaungi, agar kegiatan ini dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dan dapat lagi diterapkan pada kelompok lain yang ada di wilayah mereka. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved