Breaking News:

Libur Nataru

Pemerintah Isyaratkan Perketat Pergerakan Masyarakat Jelang Natal dan Tahun Baru

Pemerintah memberi sinyal akan memperketat mobilitas masyarakat jelang libur Natal dan Tahun Baru 2022 mendatang.

Editor: Muh. Irham
Ist
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah memberi sinyal akan memperketat mobilitas masyarakat jelang libur Natal dan Tahun Baru 2022 mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutannya di Webinar Konsistensi Penggunaan QR Code PeduliLindungi untuk perlindungan masyarakat Indonesia secara daring, Rabu (17/11/2021) mengatakan, kehati-hatian perlu dilakukan sehingga potensi kenaikan mobilitas pada periode Natal dan tahun baru tidak terjadi.

"Jika nanti persiapan perayaan Natal dan tahun baru dilakukan tindakan-tindakan oleh pemerintah untuk membatasi kegiatan-kegiatan kita, saya mohon masyarakat paham supaya kuartal I tahun depan kondisi bisa lebih baik," kata Luhut.

Luhut menjelaskan bahwa dalam 10 hari terakhir, jumlah kasus harian nasional  mampu dijaga di bawah kisaran 500 kasus per hari dan angka kematian juga menurun drastis.

"Namun, sekali lagi kita tidak boleh lengah, kita harus tetap hati-hati karena saat ini kasus dunia kembali meningkat," imbuh dia.

Mengenai aplikasi PeduliLindungi, Luhut menuturkan, pada awal penerapannya masih mengalami masalah. Namun, saat ini, PeduliLindungi telah berkembang sangat pesat penggunanya.

"Hanya dalam tiga setengah bulan, Peduli Lindungi telah digunakan lebih dari 170 juta kali dengan penggunaan harian mencapai lebih dari 3 juta kali," ujar Luhut.

Aplikasi besutan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tersebut juga sudah terintegrasi dengan aplikasi lainnya mulai dari taksi online hingga platform e-commerce.

Tidak hanya itu, Kementerian Kesehatan juga mengintegrasikan Peduli Lindungi dengan berbagai aplikasi yang serupa di negara lainnya. Menurut Luhut, hal yang paling membanggakan dari aplikasi PeduliLindungi  ini sepenuhnya dibuat dikembangkan oleh anak-anak muda bangsa Indonesia.

"Dengan PeduliLindungi sebagai bagian integral dari strategi penanganan pandemi Covid-19 hingga saat ini kita mampu menjaga kasus tetap pada tingkat yang rendah, meski mobilitas aktivitas masyarakat sudah sangat meningkat tajam," tutur dia.

Luhut yang juga Koordinator Penanganan PPKM wilayah Jawa-Bali ini turut mengapresiasi konsistensi penggunaan Peduli Lindungi untuk perlindungan masyarakat Indonesia.

"Kalau saya ibaratkan dengan kondisi perang, dengan Peduli Lindungi kita sudah punya senjata canggih untuk mencegah kasus kembali meningkat," ujar dia.

Namun demikian, senjata yang paling canggih sekalipun tidak akan efektif jika tidak digunakan dengan baik. Sebab, sekarang ini saja, kata Luhut, kedisiplinan pemakaian aplikasi PeduliLindungi mulai menurun seiring menurunnya jumlah kasus positif. 

"Saya minta kita semua tetap bahu membahu untuk bekerja sama menuntaskan penyelesaian masalah ini dan saya yakin kalau kita semua kompak semua bekerja sama dengan baik semua masalah bisa dapat kita selesaikan," pungkas dia.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved