Tribun Makassar

Tiga Bulan 300 KK di Pulau Barrang Caddi Makassar Gelap-gelapan Tanpa Listrik, Camat Salahkan Warga

Salah satu warga Barrang Caddi, Rusli mengatakan, kurang lebih 300 kepala keluarga (KK) yang merasakan dampak kerusakan genset tersebut.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
Ist
Warga Barrang Caddi keluhkan tiga bulan tanpa listrik. (IST)   

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Warga Pulau Barrang Caddi, Kelurahan Barrang Caddi Kecamatan Sangkarrang sudah tiga bulan gelap-gelapan.

Mereka hidup tanpa listrik akibat genset yang rusak sejak tiga bulan lalu.

Hal itu berdampak pada aktivitas masyarakat.

Hingga kini belum ada penanganan dari pemerintah, padahal masyarakat setempat sudah melalukan audiensi dengan Camat Sangkarrang.

Salah satu warga Barrang Caddi, Rusli mengatakan, kurang lebih 300 kepala keluarga (KK) yang merasakan dampak kerusakan genset tersebut.

Ia menilai, perhatian pemerintah terhadap warga pulau sangat lemah.

Sepanjang waktu tersebut, warga hanya menggunakan penerangan menggunakan lilin.

"Tiga bulan bukan waktu yang singkat untuk menjalani aktivitas yang hanya diterangi dengan sebatang lilin," ungkap salah satu pemuda Barrang Caddi, Rusli, Selasa (16/11/2021).

Menanggapi hal tersebut, Camat Sangkarrang, Akbar Yusuf mengaku sudah melakukan audiensi dengan pemuda Barrang Caddi.

Permasalahannya adalah dua genset yang digunakan mengalami kerusakan.

Padahal satu diantaranya adalah hibah dari Pemkot Makassar belum lama ini.

Celakanya, Camat Sangkarrang justru menyalahkan warga. 

Ia menganggap warga tidak bisa menjaga barang tersebut.

"Itu semua pengelolaannya dari masyarakat sendiri. Yang jadi persolan adalah antara masyarakat tidak ada yang taat berkomitmen untuk saling menjaga ini barang," ujarnya.

Disamping itu, masyarakat juga tidak taat membayar tagihan listrik tiap bulannya.

Akbar menegaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas Pekerjaan Umum dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) agar bisa mendapat solusi atas masalah ini.

"Jadi inikan PU, Keuangan sudah berkoordinasi. Sudah ditinjau langsung tadi oleh PU," bebernya.

Hasil pemeriksaan kata dia, membutuhkan biaya perbaikan sekira Rp200 juta.

Pihaknya menjanjikan kepastian sekira satu atau dua hari kedepan untuk perbaikan.

"Bukan pengadaan baru. Kalau pengadaan baru kan tidak ada dalam anggaran tahun ini jadi diusahakan diservis saja dibantu," pungkasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved