Breaking News:

6 Komunitas Berkuda di Sulsel Ngumpul di Malino, Ikut Fundurance 2021 Safari Berkuda

Fundurance 2021 dibuka oleh Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Sulsel. Hadir pula Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gowa dan unsur muspika K

handover
Fundurance 2021 Safari Berkuda digelar di Malino, Gowa, Minggu (14/11/2021) 

Makassar, Tribun - Sekian lama mati, akhirnya pencinta olahraga berkuda di Sulsel bisa bergembira.

Kegiatan mulai hidup, event mulai digelar.

Termasuk pada Minggu, 14 November 2021, komunitas berkuda dari enam kabupaten dan kota kumpul di Malino, Kabupaten Gowa.

Pencinta olahraga berkuda dari Jeneponto, Takalar, Gowa, Makassar, Maros, dan Sinjai mengikuti Fundurance 2021 "Safari Berkuda".

Acara yang dihelat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Sulsel itu mengambil rute Hutan Pinus Malino menuju Dusun Paranglambere, dan finis di kampung perkemahan Lembanna.

"Total 10 kilometer yang ditempuh para peserta hari ini," ucap Muzayyin Arif, Ketua Pordasi Sulsel.

Fundurance 2021 dibuka oleh Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Sulsel.

Hadir pula Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gowa dan unsur muspika Kecamatan Tinggimoncong-Malino.

Fundurance 2021 ini, kata Muzayyin, bukan kompetisi. Tetapi lebih pada kegiatan untuk mempererat persaudaraan antar pegiat olahraga berkuda dan mensyiarkan olahraga berkuda di masyarakat.

Para pehobi olahraga berkuda sudah datang ke Malino sejak Sabtu.

Mereka menginap dan bercengkerama, menikmati udara dingin Kota Bunga itu. Muzayyin mengarahkan konsep itu untuk merekatkan persahabatan mereka, agar semakin kompak.

"Ke depan insyaallah kita akan punya banyak agenda berkuda di provinsi ini," ucap Muzayyin yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel itu.

Dalam kategori olahraga prestasi, Muzayyin yakin Sulsel sudah bisa bersaing.

Terbukti misalnya saat Daeng Lalang (37 tahun), atlet berkuda asal Kabupaten Jeneponto meraih trofi dan medali emas Kejuaraan Pacuan Kuda Derby Nasional di Pangandaran, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

“Kita baru saja melewati PON XX di Papua meski cabang olahraga berkuda belum dipertandingkan. Namun di PON XXI di Sumut dan Aceh, cabor ini sudah masuk. Kehadiran Daeng Lalang adalah awal yang baik untuk kita semua mulai mempersiapkan diri,” imbuh Muzayyin, pria kelahiran Maros tersebut. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved