Ibadah Haji

Daftar Haji Kini Bisa Lewat Smartphone Via Aplikasi Haji Pintar

Aplikasi Haji Pintar juga membantu memberi kemudahan bagi Jemaah Calon Haji, tetapi juga bagi para petugas Haji selama berada di tanah suci.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
Rilis Kemenag Sulsel
Sosialisasi PMA Nomor 13 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler di Aula Lantai IV Gedung Haji Kanwil Kemenag Sulsel, Jumat (12112021) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Animo masyarakat untuk berangkat menunaikan Rukun Islam Kelima, ibadah haji dari waktu ke waktu kian meningkat.

Meskipun 2 tahun terakhir pemberangkatan haji ditunda akibat pandemi, akan tetapi pendaftar haji selalu saja mengalir tiap hari.

Hal tersebut menuntut ketersediaan Informasi dan pelayanan terkait haji menjadi salah satu kebutuhan umat muslim di Indonesia, terlebih saat ini sudah memasuki era digital.

Menyadari hal ini, Kementerian Agama RI melalui Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) terus berupaya melakukan perbaikan dan pengembangan dalam sistem Layanan dan informasi haji.

Kasubdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler Dirjen PHU Kemenag RI, Muhammad Hanif mengatakan, salah satunya dengan melakukan pengembangan aplikasi Haji Pintar, yang bukan saja berisi panduan dan informasi dalam melaksanakan ibadah haji.

"Tapi pengembangannya akan ditujukan kepada peningkatan layanan bagi umat, termasuk Pendaftaran dan Pembatalan Haji lewat Smartphone," ujarnya pada Sosialisasi PMA Nomor 13 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler di Aula Lantai IV Gedung Haji Kanwil Kemenag Sulsel seperti yang dirilis ke Tribun, Jumat (12/11/2021).

Sebelumnya, Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid saat membuka kegiatan yang dihadiri seluruh Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah dari seluruh Kemenag Kabupaten/Kota se-Sulsel mengatakan, era modern saat ini, kebutuhan akan Layanan dan informasi melalui teknologi Digital tidak bisa dihindari.

"Karena, saat ini orang mulai malas mencari informasi face to face,” ujar Ali Yafid.

Selama ini menurutnya, aplikasi Haji Pintar Ditjen PHU telah membantu memberi kemudahan bukan hanya bagi masyarakat, utamanya Jemaah Calon Haji, tetapi juga bagi para petugas Haji selama berada di tanah suci.

"Kini Pengembangan Aplikasi Haji Pintar ini diharapkan mampu memberi kemaslahatan yang lebih luas, utamanya dalam hal efektifitas dan efesiensi layanan bagi masyarakat dan umat," ujar mantan Kakankemenag Bulukumba itu.

Ada Ketentuan Baru

Pada sosialisasi juga dibeberkan sejumlah ketentuan baru berdasarkan PMA Nomor 13 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan ibadah haji reguler.

Di antaranya Persyaratan Pendaftaran, dimana Aturan Barunya Surat Keterangan Domisili sudah Tidak diperlukan lagi dan Bank tidak lagi menyediakan SPCH (Surat Pernyataan Calon Haji)

Perubahan yang lain, seperti dulunya Jemaah dengan status masa tunggu tidak diatur, kini diaturan baru diatur bahwa Bagi Jemaah dengan status masa tunggu (pernah menunaikan Ibadah Haji dalam jangka waktu paling singkat 10 tahun terhitung sejak menunaikan Ibadah Haji terakhir), tidak diperbolehkan mendaftarkan Kembali, kecuali PHD atau Pembimbing KBIHU.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved