Breaking News:

Prof Akin Duli: Calon Rektor Unhas Harus Ada Kebijakan Pelestarian Budaya

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Akin Duli menyampaikan masukan kepada calon Raktor Unhas periode 2022-2026

Penulis: Rudi Salam | Editor: Alfian
IST
Tancapan layar YouTube Senat Akademik Unhas 

TRIBUN-TIMUR.COM,  MAKASSAR - Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Akin Duli menyampaikan masukan kepada calon Raktor Unhas periode 2022-2026.

Hal itu disampaikan saat sesi tanggapan pada tahapan penjaringan aspirasi calon Rektor Unhas, Selasa (9/11/2021).

Tahapan aspirasi Zona D (Ilmu-Ilmu Sosial) kali ini diikuti oleh Prof Budu, Prof Armin, Prof Sumbangan Baja, dan Prof Jamaluddin Jompa.

Di awal masukannya, Prof Akin menyampaikan bahwa secara geografis, Unhas berada di wilayah Indonesia.

Wilayah Indonesia bagian timur, kata dia, sangat kaya dari segi budaya kearifan lokal.

Baik dari segi aspek teknologi, pertanian, kebaharian, sosial budaya.

Lebih spesifik dengan berbagai bahasa daerah yang beragam.

Olehnya, Prof Akin menuturkan bahwa perguruan tinggi harus berperan dalam pengelolaan, pemanfaatan dan pelestarian budaya.

“Perlu ada kebijakan tentunya para calon rektor yang berpihak pada usaha pelestarian budaya itu,” tutur Prof Akin.

Dirinya mengatakan bahwa kebijakan tersebut harus jelas dan terprogram dengan baik.

Bahkan, lanjut Prof Akin, tidak hanya mengkaji tetapi budaya lokal yang dimiliki bisa diangkat ke global.

“Menurut saya ini tentu ada kebijakan dari pimpinan dalam hal ini rektor ke depan untuk hal-hal terkait budaya lokal kita,” jelasnya.

Prof Akin mengamati bahwa selama ini, di tingkat riset universitas, tema-tema yang diangkat sangat sulit untuk bidang kajian budaya.

Padahal, kata dia, budaya adalah modal yang perlu diperlihatkan di segala aspek.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved