Breaking News:

Tribun Wajo

DLHD Wajo Klaim Kurangi Produksi Sampah 103 Ton Per Tahun

Pemerintah Kabupaten Wajo untuk menekan produksi sampah plastik. Salah satunya melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai pada ritel modern

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Wajo, Andi Muhammad Baso Iqbal. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Wajo untuk menekan produksi sampah plastik.

Salah satunya adalah melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai pada ritel modern.

Pelarangan itu tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Wajo nomor 70 tahun 2019 tentang pengurangan timbulan sampah plastik sekali pakai.

"Sebagai langkah awal, sejak 2019 lalu kita memulai dari toko ritel modern. Pelarangan secara keseluruhan. Selanjutnya tentu akan dilakukan di toko-toko dan pasar," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Wajo, Andi Muhammad Baso Iqbal, Rabu (10/11/2021).

Baso Iqbal merincikan, setidaknya ada 48 ritel modern yang ada di Kabupaten Wajo.

"Biasanya satu ritel modern itu memproduksi setidaknya 600 lembar kantong plastik dalam sehari, dan itu bisa kita tekan," katanya.

Sebulan, setidaknya ada sekitar 864.000 lembar kantong plastik sekali pakai yang diproduksi atau 8,64 ton.

"Dengan Perbup ini, setidaknya kita bisa mengurangi produksi sampah plastik sekali pakai dalam setahun 10 juta lebih atau 103 ton lebih," kata mantan Camat Tempe itu.

Lebih lanjut, Baso Iqbal menyebutkan, prioritas pengurangan sampah plastik memang digiatkan.

Mengingat, sampah plastik sekali pakai adalah jenis sampah yang sangat susah terurai.

"Jenis sampah ini sangat susah terurai. Sampah plastik ini bisa sampai 150 tahun baru terurai. Olehnya salah satu cara untuk mengurangi produksi sampah plastik adalah melakukan pengurangan," katanya.

Mantan Ketua DPD II KNPI Wajo itu mengklaim bahwa kebijakan pelarangan kantong plastik sekali pakai di ritel modern itu adalah yang pertama diterapkan di Sulawesi Selatan.

Diketahui, salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Wajo dibawah kepemimpinan Bupati Wajo, Amran Mahmud adalah mewujudkan 'Wajo Mapaccing'.

Untuk menunjang program Wajo Mapaccing, DLHD Wajo kembali menambah 5 armada dump truk pengangkut sampah.

Kini, sudah ada 18 armada dump truk pengangkut sampah di Kabupaten Wajo.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved